Desa Kedungsumber Temayang, Siap Tanpa Suntikan ADD Maupun DD

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — KEARIFAN Lokal Kepala Desa,Kedungsumber kecamatan,Temayang Ir. Sukardi. Memang tergolong berani spekulasi. Bahkan berani membangun dan gaji perangkat tidak usah dengan ADD dan DD, apabila…berikut penelusuran lintasbojonegoro.com.

DESA Kedungsumber kecamatan Temayang, adalah salah satu desa dikecamatan Temayang, yang notabene didesa dalam kawasan tengah hutan jati, milik perhutani maupun jati tanduran rakyat sebagian.
Kandungan alam yang menjanjikan masa depan itulah, kepala desa Kedungsumber Ir.Sukardi (mantan,wartawan era 90 – an), didampingi beberapa perangkat mengatakan ,Desa kedungsumber, siap tanpa suntikan dana pemerintah berupa DD maupun ADD, jikalau desa Kedungsumber diperbolehkan menggunakan hak otonomi desa sepenuhnya atas potensi yang ada di desa kedungsumber, bahkan siap untuk bayar kontribusi untuk PAD Daerah.
Ternyata ucapan tersebut bukan main-main, bahkan perangkat desa Kaur/kasi Kesra Desa Kedungsumber Gunawan, malah sangat mendukung sangat siap.

banner

Ternyata Insyinyur pertanian yang menelateni dagang rumah kawak dan sampingannya menjadi kepala desa Kedungsumber ini, konsepnya adalah, apabila Desa diperbolehkan menata mengelola Air di Waduk Tretes.”Selama ini keberadaan manfaat debit air di waduk pacal, kurang pengakuan sebagai bagian,Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), hal ini,apakah memang tidak berkontribusi atau dari pendapatan itu tidak masuk PAD atau masuk sakunya tukang mencongkel dan yang nggiyerno pintu air. Ini yang jadi pertanyaan dalam hati. Padahal coro itung itungan milyaran tiap panen , dari hasil tarik-an para petani 5 kecamatan, Sukosewu, kapas, balen, sumberejo, kepohbaru, lha kalau banjir yang dengap-dengap yaa warga kedungsumber dhewe. Dan,seandainya diperbolehkan, Pemerintahan Desa Kedungsumber siap shareeng dengan Balai Besar dan Perum Perhutani. Untuk tata kelola Waduk Pacal, ending nya, Pemerintahan,desa kedungsumber untuk dana pembangunan desa maupun gaji kepala desa dan perangkat, BPD, Hansip, Guru ngaji, dan lain lain , siaaap. Tidak usah disuntik dana DD maupun ADD. Lhak uwis taa..?”, papar Kades yang beralamat di dusun,Sugihan.

Lanjut kades, “kami ikhlas demi warga dan desa kami. Amanat dan kepercayaan ini Insya Allah, berjalan sesuai lagu terbarunya pak Haji Rhoma Irama, yakni berjudul Ahlak. Mengapa kami katakan demikian, karena dalam perjuangan garuda memakai ahlak, dalam pemerintahan haruslah dengan ahlak, kalau tidak dengan ahlak malah menjadi rusak. Tahun ini APB-Des, kedungsumber Rp. 2.405.039.827,- sedangkan DD.Rp.746.050.500,- dan ADD. Rp.881.436.100,-
Namun toh insya Allah bulan April terealisasi semua rabat. Kekurangannya diambilkan dari mana..?, itu rahasia illahi robbi.+
“,

“Alhamdulillah untuk balai/kantor desa seperti itu, karena rumah,adalah identitas. Karena manusia bisa dihargai yakni bisa menghargai diri sendiri dan bisa,dihargai siapapun, apabila jelas nama, dan alamat serta diketahui tempat alamat. Maka bukan masalah untung dan tidak mendapat keberuntungan. Tetapi kapan kita mencari untung dan dimanfaatkan untuk,apa keberuntungan itu. Merubah regulasi keuntungan sangat sulit memang. Tetapi bila dijalankan dengan ikhlas, insya Allah , segalanya akan,diberikan kemudahan. Kami pun,siaaap, mendatangkan investor untuk mengelola waduk pacal, sebagai destinasi yang lebih menarik, yang juga sama sama berkontribusi untuk PAD Bojonegoro. Berapa Milyard dari pemanfaatan air Waduk Pacal, kog tidak masuk PAD Kabupaten, sebagai kontribusi non migas. Kalau diperbolehkan maka warga Kedungsumber tidak,seperti yang tersebut dalam pribahasa, “Ayam mati dalam lumbung Padi”. Lanjut Ir. Sukardi.

Disisi lain, timlak kedungsumber, mbah Asiqin, untuk rabat ada 3 jalan poros, diantaranya Gapura masuk sepanjang 600 meter, lebar 3 meter tebal 13cm. Total 3 titik,sepanjang 1350 meter, dengan 1-3-5 (semen, kricak , pasir).”Pak kades menyarankan dengan komposisi itu supaya kwalitas baik dan,awet. Sebab kalau,cepet rusak..mana bisa,segera mempeduli yang lain, kami salut pada pak kades Ir. Sukardi. Semboyan nya bangunlah jiwanya bangunlah desa dengan,sepenuh hati”, tambah mbah,Asiqin pensiunan perhutani.

“Mbangun dulu baru turun dana, ngene iki ngutang,dhisik ..pasaem.tujuh”.ulas kades yang berdedikasi tinggi. Ir. Sukardi.###(ekopurnomo).

banner