Dengan kebersamaan, Desa Malo Terwujud

oleh

Llintasbojonegoro.com

KALAU Dalam edisi lalu, pembangunan mulai RT.01-RT.05, sekarang (30/10/2018), pembangunan phisik mulai RT. 06, Desa Malo kecamatan malo.

Setelah musdes bersama perangkat desa komplit plus operator dan pemdamping desa mas Toni, Kades Malo Dwi Aryono, SP.d. Didampingi semua perangkat memaparkan, sebagai berikut;, RT.06, membangun pamor GBB (Gerbang Bojonegoro Bersinar),RT. 07, adanya penerangan jalan tenaga surya bantuan dari pertamina. Bedah rumah mbah sunarti, paving lingkungan lapangan 125 meter, plus 200 meter, panti pkk, TPT 30 meter (wesine sak linggis-linggis), PJU 10 unit, bedah rumah mbak “B”, paving ke timur 50 meter.
Sedangkan rt. 8, meliputi, Rehab Mushola dengan Galfalum, ,PJU 21 unit, Jembatan plus drainase 425 meter, 2 jembatan kecil, jembatan besar dari pertamina, paving 500 meter, bedah rumah “Pak-e sih”, bahkan muncul indomart (masa kepemimpinannya Mbah kung Aryono), diteruskan pembangunan yang ada di RT 09, meliputi, PJU.15 unit, drainase judit 600 meter, jumpritan 2 unit di Taman kanak-kanak, dan era mantan kepala sekolah ini pula, muncul Tower Wifi (pak Yono), kantor Pos Indonesia, Gedung Pertanian, gedung UPT Pendidikan ,semua itu sebagai penyemarak kemajuan perkotaan Malo. Dan untuk RT.10, yakni PJU. 7 unit, drainase 225 meter, ketinggian 2 meter, renovasi rumahe bu Munti’ah, selanjutnya adanya pembangunan teras Puskesmas. Untuk rt 11, cuma pembuatan rumahe ‘Mat sarat’, PJU tidak,ada, karena,sudah kesentrong lampu dari utara. Dan muncul rehab pasar malo dibangun oleh Pemkab, menjadi megah. Dan untuk RT. 12, meliputi paving mubeng 500 meter, + 50+25+110 = 685 meter. Renovasi rumahnya batehe ‘sri’, rehab total mushola, Pembangunan/rehab misri, pembuatan gapura cungkup, + pagar. Cungkup plus piranti. “Alhamdulillah, semua perangkat guyup rukun, komunikatif. Memang sayangnya , saya ini kalah jarak pandang, jadi mohon maaf, jika di jalan itu ada pas- pasasan gak nyopo, itu kadang,saya fikir, siapa yang tadi. Itulah, tolong dimaklumi”.

banner

Kondisi demikian, memang juga dikomentari warga malo dan juga satpol kecamatan malo yang akrab dengan sapaan bang Mandor, “pak kades yang akrab sapaan kung Yon, itu angkuh sih tidak, cuma kalau bila tidak berkaca mata, itu kadang salah panggil, soal bermasyarakat bagus, tidak pilih pilih dalam arti bisa menyesuaikan. Dan familier.”(Ekonomi/Red).

banner