Data Semrawut, 41 Honorer K2 Bojonegoro Tidak Bisa Daftar Tes CPNS

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com — Sebanyak 41 guru honorer K2 di Kabupaten Bojonegoro merasa geram, karena ditolak saat hendak mendaftar tes CPNS tahun 2018 melalui jalur khusus K2.

Setiap kali mereka memasukkan data diri melalui website BKN untuk mendaftar sebagai peserta tes CPNS 2018 selalu gagal.

banner

Muncul keterangan bahwa mereka tidak memenuhi syarat tes CPNS melalui jalur khusus K2. Padahal sesuai juknis dari BKPP Bojonegoro yang merujuk pada Permenpan RB nomor 36 tahun 2018 seharusnya mereka memenuhi syarat.

Namun pada tanggal 1 Oktober 2018 tiba – tiba muncul surat edaran dari BKN yang intinya membuat mereka tidak memenuhi syarat melalui jalur K2.

” Setiap daftar selalu ditolak sistem, ada yang muncul pemberitahuan bahwa data sudah dipakai, ada juga data tidak terdaftar dan lain sebagainya,” Kata Miftahul Ba’iah salah satu honorer K2.

Miftahul sendiri setiap daftar ditolak karena ada kesalahan usia pada data BKN. Ia yang masih berumur dibawah 35 tahun, malah lebih tua 6 tahun pada data honorer K2 di BKN.

Kesalahan tersebut pernah ia protes beberapa tahun yang lalu namun tidak pernah ditindaklanjuti sehingga merugikan dirinya.

Padahal pendaftaran CPNS 2018 akan berakhir pada tanggal 15 Oktober nanti, para honorer yang sudah mengabdi belasan tahun tersebut merasa sangat dirugikan jika sampai tidak bisa ikut tes CPNS.

” Kami juga melihat ada kejanggalan dari nomor surat milik BKN pada tanggal 1 Oktober itu, selain itu kenapa surat BKN bisa bertolak belakang dengan Permenpan RB?,” Ujar Koordinator Alif.

Selanjutnya perwakilan dari para honorer tersebut mengadu ke pimpinan DPRD Bojonegoro pada Selasa (09/10/2018) siang tadi, agar mendapatkan solusi dari permasalahan tersebut.

Ketua DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto mengatakan, bakal melakukan rapat bersama Bupati Bojonegoro untuk membahas masalah tersebut.

Selanjutnya akan membawanya ke Jakarta kepada BKN, agar memperhatikan nasib para honorer K2 di Kabupaten Bojonegoro.

” Kita menampung semua aspirasi ini, akan kita rapatkan bersama Bupati dan membawanya ke pemerintah pusat,”Kata Sigit.

Politisi partai Golkar itu mengungkapkan, harapanya agar seluruh honorer K2 di Bojonegoro bisa diangkat langsung menjadi PNS.

Selanjutnya pemerintah pusat bisa melakukan seleksi lagi untuk CPNS bagi formasi yang belum terisi.

” Kami juga menargetkan adanya revisi undang-undang ASN, agar tidak ada lagi batasan usia bagi honorer K2, untuk itu kita masih melakukan komunikasi,”Pungkasnya.

banner