Dampak Penyalahgunaan Media Sosial Rentan Menyerang Pelajar

oleh
Kepala Sekolah MTs Petak Kecamatan Gayam

LintasBojonegoro.com – Dalam rangka memberikan edukasi literasi digital kepada anak-anak sekolah tentang dampak negatif pemanfaatan internet serta pemahaman pemanfaatan internet yang bisa digunakan untuk banyak hal positif, Relawan TIK Bojonegoro dengan didukung oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) menggelar Sosialisasi Internet Sehat dengan tema “Cerdas Bermedia Sosial di Era Digital”.

Sosialisasi pemanfaatan internet sehat tersebut dilakukan di Aula Sekolah MTs. Petak Pondok Pesantren Desa Beged Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro. kegiatan yang dilaksanakan Selasa (14/11/2017) diikuti oleh 70 lebih siswa-siswi yang terdiri dari kelas 1 hingga 3 MTs Petak.

Nova Wijaya selaku pembicara dari Relawan TIK Bojonegoro menyerukan kampanye melawan hoax dan penggunaan media sosial secara cerdas serta bersama untuk menghindari dampak-dampak negatif internet.

Disampaikanya, menurut survey lembaga MASTEL di tahun 2017, sebanyak 92,4 % berita hoax menyebar melalui media sosial. “Mari bersama menggunakan internet secara cerdas dan produktif untuk meningkatkan pemahaman dalam proses belajar,” ujarnya saat menyampaikan materi.

Perwakilan EMCL, Galih Tiara menjelaskan, sebagai operator migas lapangan banyu urip yang melakukan eksploitasi di Kecamatan Gayam, pihaknya mengaku fokus terhadap tiga pilar program penunjang operasi, yakni bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan.

“Pendidikan menjadi salah satu fokus kami (EMCL). Materi internet sehat tidak ada di pelajaran formal, adik-adik turut berbahagia punya kesempatan seperti ini. Sehingga kita bisa cerdas menggunakan sosial media,” ujarnya didepan siswa-siswi.

Di samping itu Kepala sekolah Syaiful Bahri turut menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut. Menurut pengamatannya, pengaruh besar internet terhadap jiwa anak-anak sekolah sangat tinggi.

“Saat ini prosentase belajar dengan bermain internet lebih banyak bermain internet, semoga materi yang disampaikan menjadi bekal suatu saat nanti sehingga dapat menggunakan internet atau media sosial secara baik tanpa mengurangi minat belajar sebagai murid,” ungkapnya. (Un)