Cerita Sukses Petani Jambu Kristal Trucuk – Bojonegoro

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com – Berani berspekulasi dan gigih, akhirnya memetik hasil yang gemilang. Itulah mbah Karmani (63) dan istrinya mbah Suprih (54), petani telaten panen di desa Mori Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro.

Dengan kata kunci, berbagi rejeki jangan dipublikasikan. Inilah mungkin Allah ,SWT. Memberikan kelacaran dalam usaha perkebunan jambu kristal dan jambu merah.”ini jasa bupati Pak Suyoto, terus terang begitulah, ngakunya mbah Karmani”.

banner

Pada awal berani menanam , banyak yang istilahnya ingin mengendorkan niat, “tegalan sebegitu luasnya mbok tanami jambu, kalau tidak menghasilkan bagaimana ?, kami jawab yo saya babati sehari selesai, lha kayunya saya berikan bagi yang mau. Lha kalau panen sebegitu banyaknya lalu apa tidak kuawalahen atau tidak laku ?, kalau tidak laku yaa dimakankan sapi,” Cerita mbah Karmani.

Dari ketekunan dan ketelatenan termasuk rajin merawat memupuk kandang serta meramu obat sendiri bahkan membungkus agar tidak penyakiten, kini panen grafiknya selalu naik. Apalagi bulan februari bisa dikatakan panen raya, dengan harga tetap, yakni tahun 2015-2018, tetep Rp.15.000/kg. Untuk jambu kristal, dan RP.8000,- untuk jambu merah.

Diawal memanen di tahun pertama 2015 sekitar 13 kg/hari. Tetapi sekarang sehari se kwintal lebih pun Insya Allah, ada. “Ini berkah dari Allah, SWT,” kata mbah Karmani.

Petani,Holtikultura yang menanam,awal sebanyak 490 pohon, kini sudah bertambah lahan lagi, memang bener bener dengan organik, karena keunggulan organik walau berbagan dasar Klethong wedus dan uyuh wedus, mampu memberikan kontribusi yang sangat besar.

Pohon subur, daun rindang, buah banyak dan rasa manis. Tidak menggunakan pestisida karena jika tidak teratur malah buahnya gosong gak kenek dipangan uwong. Dan dikebun ada kolam lele adalah untuk cadangan air bila menyemprot, dua bulan,sekali lelenya di panen.

Sekarang pemasaran bojonegoro, tuban, dan berbagai,alamat yang pesan maupun yang datang”, ulasan mbah karmani peraih Juara I, petani jambu yang,Super Besar dan,Super Manis.”**(Ek/Red).

banner