Cerita Sukses Dua Peternak Ayam Potong

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Dua Pengusaha ayam potong yakni Sunyoto dan Marjito, bercerita liku liku dalam menggapai untung.

Marjito warga dusun,sukun,desa sambong kec. Gondang. Sedangkan,Sunyoto,warga desa klino kec. Sekar. Modal kandang hampir berimbang kisaran Rp.120-150 juta. Perjuangan mereka juga sehari tetapi cerita awalnya berbeda. Namun lagunya pak haji Rhoma Irama ,telah mengilhami mereka hingga jadi rekanan bisnis, “garam dilaut di desa sambung ,asam di klino”, Jadilah sayur asem asem ayam potong .
Marjito adalah sebagai Perum Perhutani BKPH Gondang, mengawali buka usaha ayam potong, yakni setelah pinjam modal Bank Rp.100 juta, dibelikan sapi 10 ekor, selama pemeliharaan 5 bulan laba tidak,sebanding dengan target modal, tenaga. Lalu suami Purwati atau ayahnya Winda rahayu fitriani, ngeboos bawang ,kedelai kacang, tidak berhasil, bathi capek. Lalu berusaha mencari tahu /koneksi perihal Boos boos ayam potong, Alhasil bikin kandang dan berkenalan PT. MSj 2 x pengisian. Kandang Marjito 7.000 ekor, sedangkan kandang Sunyoto 4000 ekor.
Lalu pindah mitra, yakni PT. BAS ( Brantas Agung Sentosa), kedua insan beda kelahiran ini, teori sama, praktek beda.
Yakni, kalau Marjito mengkaryakan rikiadi putra dan temannya, dengan bayaran per panen rp.2,5 juta/karyawan. Karena Boss marjito tidak mau nyongkeng jam,dinas. Namun Boss Sunyoto hampir full untuk ayam. Karena usaha kulinernya sudah,ditangani mantan pacarnya yakni sugiarti dan anaknya krisna dan aditia.

banner

Hasil seiring perjalanan waktu hampir berjalan diantaranya (Marjito), diwujudkan 1 unit Zenia, mengkuliahkan anak, serta tabungan, selain biaya hidup.
Sedangkan Sunyoto dirupakan sebidang tanah,senilai rp.250 juta, dan modal jual beli porang kirim jepang.

Kalau peralihan Sunyoto dari kacang ke Ayam, awalnya pergi ke kalimantan ingin latihan ekspidisi kirim porang ke jepang, dilalah dikabari krisna kalau ayam bangkok dicuri orang 6 ekor. Lalu pulang, diajak mbah warsun ke madiun ke tempat pengusaha ayam potong, tanpa kompromi,sampai rumah bikin kandang, lalu dipertemukan oleh Tuhan, yakni ketemu Marjito, bla bla bla,sepakat, kerjasama.

Cita cita, marjito pensiun pingin menunaikan ibadah haji. Sedangkan sunyoto, berhaji masih berproses dalam pemikiran.
“Kendala, faktor perubahan iklim, sedangkan laba minimal seribu rupiah – tiga ribu rupiah per ekor/panen. Bila harga bagus masih dapat insentif 30%, dari kontrak perjanjian”, kata mereka berdua,di Gashebonya Boss Marjito.

banner