Cerita Lengkap Grebeg Suro di Desa Malo Kecamatan Malo

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com —
Kades Malo Dwi Aryono, SPd. terinspirasi, kegiatan yang diselenggarakan nasi kibuli dialon aloon bojonegoro di tahun 2014, maka pemerintahan desa Malo, berinisiatif, untuk nguri uri, tradisi leluhur, yakni “Sutan”, kalau manganan atau,sedekah bumi, sudah dilaksanakan hari jum at lalu, mulai rembug desa,maka disepakati tanggal (22/9/2018) Dilaksanakan Grebeg Suro ,dengan tema “Ngalap Berkah”.

Diupayakan dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan dalam penyelenggaraan. “Alhamdulillah kami atas nama pemerintahan desa malo, warga desa malo, pokok e sangat berterima kasih, atas suksesnya penyelenggaraan Grebeg Suro ngarah Gunungan, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha,Kuasa, atas hidayah ,karunia yang diterimakan kepada kita warga desa malo. Mbah inggi (Dwi Aryono, SPd)-kakung putri beserta keluarga besar mohon maaf, jika belum bisa memenuhi secara maksimal karepe masyarakat. Kami beserta jajaran pemerintahan sudah berupaya semaksimal mungkin”, kata Kades Malo Dwi Aryono, SPd.

banner

Adapun Gunungan pertanda lambang kemakmuran , dan kelanjutannya, semoga desa Malo , Gemah ripah loh jinawi, karto raharjo, subur makmur kang tinandur, jauh dari kesialan,dekat dengan barokah. Masyarakat rukun, tenang bekerja, sehat, selamat, sejahtera,bahagia. Itulah doa sebagai orang tua, lhak gitu to mas..!?”, ungkapnya kades Malo yang terkenal Bijaksana & Ramah .

Gunungan ada 8, terdiri 6 untuk atas nama RW, 1 atas nama Desa dan satu untuk atas nama Kesepuhan, yakni Gunungan Kasepuhan. Dengan nguri nguri adat tradisi leluhur desa Malo, mbah Buyut DERMI.

“Pokoknya dengan animo dan antusias warga, masyarakat atas keberadaan Grebeg suro Ngalap Berkah ini, sukses. Tanpa dukungan suport warga dan semua elemen yang ada di malo, yaa tiada artinya. Oleh karena itu, mungkin penilaian rekan wartawan, LSM, tidak terlalu jauh dari,angan angan saya, yakni “Malo guyup rukun, tinata tentrem edipeni”, ada 4 organisasi DKP (ML, PSHT,KS,PN), rukun . Berjalan 5 kilometer berjalan ala Raja & Permaisuri di arak punggawa desa, prajurit, pendekar, taruna, siswa,warga, berjumlah hampir 3500, kelihatane yaa dekat, belum lagi, setelah isya’, acara,seremoni, dilanjutkan Siraman rohani bersama KH.Ghozali, lalu ditampilkan reog ponorogo. Pertanyaannya, kenapa hiburannya reog ?, karena, uri uri tradisi agar tidak tergerus zaman. Ini seni merupakan khazanah budaya leluhur yang,adiluhung. Electun,campursari,organ tunggal wis bolak balik, untuk bangunan phisik lebih 86 %, inprstruktur terlaksana. Pola kepemimpinan sesuai tupoksi, tapi saling bahu membahu, maksudnya, bila tugas si A selesai tapi tugas si B belum selesai, maka A membantu B, maka pemerintahan rukun, warga rukun, insya Allah, kerukunan tercapai, sejahtera meningkat, barakah. Soal Lanjut…monggo, kami mengikuti amanah, hal tersebut adalah berkah doa dan dukungan , dan kehendak takdir. Contohnya seperti ini, tanpa kebersamaan dan,dukungan tentunya tidak terwujud seperti ini. Pokok e, pandongane mawon. Nak mbah kung mbah putri tetep siap mangestok ake, pangajabe warga masyarakat malo. Asal sesuai aturan serta tahu batas kemampuan. Mbah kung ya Tutwuri. Matur nuwun rawuhe”, ulasan kades malo Dwi Aryono, SPd. Dengan roman bahagia.

Camat Malo Moh. Arifin, S.Sos.MSi.”Grebeg suro di malo sudah berjalan 4 kali, dan,sudah jadi kalender tahunan per bulan Suro (Muharram), ini inovasi pengembangan menuju Malo kecamatan destinasi wisata. Selanjutnya kedepan semakin meningkat kemasannya, yakni ada bazar suroan, pameran produk yang ada dikecamatan malo, sentranya juga dilapangan,desa malo. Sedangkan grebeg suro desa malo juga nantinya akan berkembang acara grebeg suro yang dilaksanakan seperti ini, puncaknya di malo sebagai ibukota kecamatan. Ini wujud rasa kebersamaan, kerukunan sesama warga dan,sinergy antara pemerintahan desa dengan warganya. Kami selaku Camat Malo, berterima kasih dan memberikan Apresiasi yang setinggi tingginya, semoga ini,jadi pilar kemajuan Malo untuk masa masa yang akan datang.”,ulasan Camat Malo dengan kalimat Bijaknya.***(Ekopurnomo/lintasbojonegoro.com)

banner