Bupati Anna Muawanah : Pilihan Boleh Beda, Kerukunan Harus Tetap Terjaga

oleh -333 views

LintasBojonegoro.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan sosialisasi pemilu 2019 yang dikemas dalam pendidikan politik bagi masyarakat dan pemuda dengan tema Pemilih Cerdas Wujudkan Pemilu 2019 Berkualitas dan Bermartabat.

Sosialisasi Pemilu 2019 kali ini dibuka oleh Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Muawanah, bertempat di pendopo Kecamatan Balen, Selasa (22/1/2019). Sedangkan sasaran pesertanya terdiri dari pengurus dan anggota Karang Taruna, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kepala desa.

Bupati Bojonegoro, Dr. Anna Muawanah mengatakan, masyarakat Bojonegoro sudah kenyang mengikuti sebuah proses pemilihan pemimpin diberbagai tingkatan. Mulai dari pemilihan kepala desa yang diselenggarakan setiap enam tahun serta pemilihan bupati, pemilihan gubernur, pemilihan anggota DPR dan pemilihan presiden yang diselenggarakan setiap lima tahun.

banner

“Dengan seringnya ada proses pemilihan pemimpin tersebut menjadikan masyarakat semakin dewasa dalam proses berdemokrasi. Sehingga setiap terjadi proses pemilu bisa berjalan kondusif, lancar, tertib, aman dan nyaman,” kata Anna Muawanah.

Ia berharap, pemilu legislatif dan pemilihan presiden tahun 2019 terlaksana lebih kondusif, berkualitas dan bermartabat. “Pilihan boleh beda namun kerukunan masyarakat harus tetap terjalin mesra,” tutur orang nomor satu di Bojonegoro ini.

Sosialisasi pemilu 2019 yang digelar di pendopo Kecamatan Balen ini menampilkan dua orang nara sumber yakni, Drs. Koesbiyanto, Kepala Bakesbangpol Bojonegoro menyajikan tema Pemilih Cerdas Wujudkan Pemilu 2019 Berkualitas dan Bermartabat, serta Donny Bayu Setiawan, SH (Ketua Karang Taruna Kab. Bojonegoro) menyajikan tema Pemuda dan Politik.

Kedua nara sumber menjawab pertanyaan audiens dalam sesi dialog dengan detil, berdasarkan fakta sejarah sebagai pengalaman proses berdemokrasi di Indonesia. Peserta sangat antusias mengikuti jalannya penyampaian makalah dan dialog karena kedua nara sumber seringkali melempar joke-joke segar yang memancing tawa. (Kuzaini)