BKPH Gondang Memiliki Potensi Sumber Daya Hutan Yang Memukau

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

KESATUAN Pemantauan, Hutan (KPH), Bojonegoro ,memang benar-benar identik kaya nutrisi. Terutama yang berada di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), Gondang.
Sumber Daya Hutan (SDH) sangat potensial, apalagi RPH,Sukun.

banner

Berikut hasil pantauan reporter media online www.lintasbojonegoro.com, perihal Resort Pangkuan Hutan (RPH) Sukun.
Dari kasat mata RPH Sukun ibarat makanan & minuman, kaya kandungan protein dan kaya nutrisi, akan tetapi kadang banyak duri , jikalau tidak hati-hati. Karena kadang pohon roboh petugas belum sempat melapor kejadian, tetapi kadang atasan lebih awal mendengar karena laporan dari yang mengatas namakan warga. Akhirnya jadi tergopoh-gopoh, ironis memang, tetapi begitulah adanya. Dan bisa dijabarkan bentuk konsekwensi, bertugas dilembah ‘emas’ RPH Sukun BKPH Gondang.”gerak reflek ” sangat perlu walau kadang katagori salah, jika disesuaikan nunggu,S.O.P. untuk minta bantuan sedang kayune bablas, sementara bantuan belum datang”, papar Assper Gondang Kasmijan didampingi KRPH Gondang Agus Supriyanto dan KRPH Sukun Bakri.

Kandungan alam yang ada di RPH Sukun, diantaranya kayu jati, mahoni, dan juga Batu. Dan perihal batu ada yang menceritakan bahwa batu onik, dan konon batu mengandung logam ada di petak RPH Gondang, sedangkan untuk bangunan phisik sarana dan prasarana/inprastruktur yakni sepanjang sungai dan berserakan segala ukuran terbanyak di RPH Sukun.
Adapun assper Gondang masih dalam katagori masa transisi (menjabat baru sejak 26/10-2018), baru 60 %, bertugas seraya orientasi wilayah termasuk “kulo nuwun pada rekan forpimka/muspika, kades, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda.juga LMDH. Dan sekaligus inventaris kondisi wilayah, mana rawan mana aman, mana petak surplus tanaman, mana yang perlu penanganan ekstra. Termasuk pembekalan & pembinaan internal, sesuai juknis & juklak dari pimpinan yakni dari beliau Yth. Bapak Dewanto, S.Hut. MSc. ( Adm. / KKPH). Kebetulan masuk tugas di KPH hampir bersamaan.”untuk reward para personil bila berupa materi ‘selak tidak mungkin. Akan tetapi , kami motivasi kepribadian, selalu kami,suport, untuk bertugas bila dana penunjang belum turun (misal untuk ongkos angkutan bibit), bisa kami talangi, karena kita tahu etos kerja dia. Dan punishman, jika ada yang mbalelo tidak masuk tanpa ijin, tidak segan langsung kami panggil lalu sekaligus teguran I, setelah satu bulan kami evaluasi kog malah dodro langsung teguran II sekaligus kita naikkan ke atas, akan tetapi,sebagai orang didapuk orang tua dalam tugas di level BKPH , kami,sudah mewanti-wanti disetiap ada kumpulan,arisan, sekaligus istri mereka juga mendengarkan. Apalagi kami mewanti-wanti agar jangan sampai ada yang terlibat ‘Ilegal loging’. Kita berupaya untuk bersih, mari kita mencari solusi bekerja sesuai aturan serta bertanggung jawab.

Mengingat pengelolaan SDH yang beraneka ragamnya, maka harus tahu persis riil lapangan, termasuk bila ada tanaman mati agar,segera disulami. Dan identifikasi kenapa tanaman gagal, solusinya kita cari, dan juga tiap hari patroli. Kami tegaskan perihal batu yang diangkut dum truck, bukan dari kawasan hutan, tetapi lewat kawasan hutan depan kantor BKPH, RD KRPH, PHH yaa. Memang sejak jaman dulu namanya ‘BATU? itu dari gunung/hutan. Akan tetapi tanah perkampungan=pemajekan yang berada di kawasan hutan/pinggir gunung, juga ada batu. Ternyata setelah diberhentikan dia/sopir mengantongi surat jalan yang ada keterangan asal mulanya batu yang diangkut. Dan memang ada yang ngambil batu dibawa pulang, tetapi tidak ada unsur bisnis, jika tidak percaya mari kita check. Awalnya kami diberi PR perihal itu, setelah pak Joko KRPH Gondang di PHH menanya pada sopir, ternyata dia punya,surat jalan. Dan sopir pun juga bercerita bahwa dia juga pernah diberhentikan oleh petugas Satpol PP, juga Polisi, tetapi karena beli mereka dari Batu kawasan kampung. Yakni tanah pemajekan namun ada batunya, himbauan dari Pimpinan/Pak Adm. Karena kami (Assper Gondang), hendaknya segera orientasi untuk tahu lebih banyak info tentang wilayah, segera lakukan chek and richek.

Selanjutnya Administratur/KKPH Bojonegoro, Dewanto, S.Hut.MSc. Didampingi Bagian Humas (KSS Markum), mengatakan, bahwa KPH Bojonegoro terbagi 13 BKPH, tentunya lain BKPH lain potensi. Termasuk batu kwalitas bagus memang adanya di kawasan BKPH Gondang, aseet untuk destinasi wisata terbanyak juga gondang. Kamipun menjabat di KPH Bojonegoro 3 bulan belum genap, maka kami selain bertugas melaksanakan tupoksi sukses tanaman, sukses keamanan,sukses produksi. Bahkan kenapa Batu Gondang identik jadi viral di medsos, kami masih mempelari . Dan untuk batu yang diangkut Dum truck gerudukan itu,sesuai laporan dari Assper Gondang dan KRPH Sukun, ternyata bukan dari Wilayah BKPH Gondang, tetapi melewati jalan sepanjang kawasan dalam hutan BKPH Gondang.Dan untuk Perihal galian C, Perhutani tidak ada kewengan, untuk kawasan petak sekitar Gunung lawang, yang konon kandungan batu lebih bagus, itu kami belum tahu persis. Dan petugas kami, KRPH Gondang Agus Supriyanto pernah menyuruh balik ,ketika ada 2 Perguruan tinggi ternama, karena mereka tidak mengantongi ijin. Itu kami benarkan, karena bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mereka masuk kawasan tidak ijin, tapi katut endang-endeng.

KRPH Gondang Agus Supriyanto ketika dikonfirmasi media online Lintasbojonegoro.com, mengakui bahwa dirinya pernah menyuruh balik rombongan dari Perguruan Tinggi Negeri ternama dari Yogyakarta, dan dari Perguruan Tinggi Negeri dari Surabaya serta perorangan, ngakunya akan melaksanakan penelitian tentang kandungan batu, lha kami tanya surat ijin dari pimpinan beliau Bapak Adm dan pak Assper ,kog tidak ada, saya suruh kembali.”urus ijin dulu, bila ada ijin dari pimpinan kami, kami dengan,sepenuh hati kami temani, tapi berhubung zoong, lebih baik saat ini tinggalkan kawasan ini.karena ini tanggung jawab kami sebagai petugas hutan petak ini”.usiran KRPH yang memiliki postur badan tertinggi se-KPH Bojonegoro.***(ekopurnomo).

banner