Bibit Kayu Putih BKPH Clangap Siap di Akliminiting

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

KESATUAN Pemangkuan,Hutan (KPH), Patut berbangga pada BKPH Clangap dan BKPH Tengger, atas keberhasilan dalam pembenihan bibit kayu putih sebagai bahan baku minyak kayu putih, “pengusir mual & kembung”.

banner

Administratur (Adm/KKPH), Bojonegoro Dewanto, S.Hut. MM. Didampingi Assper Clangap H. Lugianto, dan Assper Tengger Hari hadi, Kepada wartawan Lintasbojonegoro.com. Menandaskan bahwa memang baru dua,BKPH yang,sudah menghasilkan dalam kapasitas besar untuk pemasok bahan,baku minyak putih, yakni BKPH Clangap dan BKPH Tengger. Dan walaupun demikian, dua BKPH tersebut masih tetap menanam produk utama untuk,KPH Bojonegoro, yakni Jati. “Vissi kita adalah KPH Bojonegoro harus lebih baik dari pada kemarin. Dan untuk pencapaian tersebut masing masing pimpinan daerah yakni para assper harus kreatif dan berinovatif untuk menjalankan missinya, bagaimana agar produktif tapi hutan tetep lestari.?

Assper Clangap, H. Lugianto, menambahkan bahwa dengan motivasi dari pimpinan seperti itu maka kami siap bahkan semakin dituntut cerdas untuk pencapaian tersebut, maka diantaranya sebagai sumbangsih maka walau jatah bibit sudah cukup namun untuk tambal,sulam maka kami berinovasi untuk membuat pembibitan,sendiri dengan berswadaya, tidak harus menunggu SOP. termasuk mengarah pada efisiensi biaya karena tanpa S.O.P. Dan tidak henti hentinya kami selalu Sharring dengan BKPH tetangga, dalam arti Tengger itu,Sub Tengah dan Clangap masuk Sub Barat. Bertukar wawasan pembibitan, apa itu Induksi, apa itu akliminisasi , open area, termasuk Tengger kurang kesini, Clangap kurang juga ke tengger.

Assper Tengger Harihadi juga menambahkan, memang seperti yang disampaikan bahwa, yakni jatah bibit selain jatah sesuai kebutuhan akan tetapi walau ada vilase 10%, kita juga mengantisipasi kekurangan bila dari vilase tadi belum mencukupi maka melakukan pembuatan pembibitan juga untuk BKPH lain yang membutuhkan. Karena kita khan dalam kesatuan Pemangkuan Hutan. Tahun ini untuk tanaman sekitar hampir 200 hektar, selisih,sedikit dengan BKPH Clangap.

“Clangap 182 untuk lahan kayu putih, 19 hektar kayu jati, yakni RPH Prajekan & RPH Gledegan, lainnya kayu putih”,tandas assper clangap H. Lugianto.didampingi bagian administrasi Supriyanto.

Perihal keamanan hutan, memang sistem mobile, soalnya pencuri dengan modus baru, yakni tidak lagi pakai perkul tetapi pakai gergaji, dan bila kayu akan roboh dijagani seperti orang negor pisang. Jadi kita semakin rajin patroli. Bahkan pernah menemukan barangnya pencuri yakni kalender ada catatane jadwal sewa sound, terop , gelas ,piring. Setelah dicari informasi dan berhasil mengidentifikasi dan dilakukan penggeledahan namun tidak ada ya tidak bisa menuduh. Namun hingga kini terduga dalam pengawasan , barang bukti kalender sekarang di polsek kalitidu, karena TKP ikut desa,Leran.”, cerita assper tengger, Harihadi.###(Ekopurnomo).

banner