Bertemu Manter (Mantri Ternak) Baru Desa Ngulanan

oleh

Reporter : Eko Purnomo

LintasBojonegoro.com – Kemungkinan petugas peternakan yang bernama Fajar ini tercengang, Desa Ngulanan Kecamatan Dander yang begitu luas, ternyata yang namanya sapi dan kambing kok sedikit “arang kadung”.

Setelah ikut berjamaah sholat, Ashar di masjid Al-Baqo, Desa Ngulanan, terus terang, saya (Ekopurnomo wartawan) warga Desa Ngulanan, bahwa sapi didesa ngulanan adanya,sekitar 40an ekor. Ini memang ada beberapa unsur penyebab enggan memelihara sapi atau kambing, diantara, beberapa tahun lalu ada kejadian dugaan sapi yang pelihara pak ji (warga ngulanan rt. 5), diracun, dengan diberi makan tebon hijau oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Demikian juga sapinya mbah rasit ngulanan rt.6., dipotong ekornya.

banner

Dengan kejadian itu lambat laun berangsur semakin kurang minat. Faktor lain adalah sebagian besar dari pada ngingu sapi harus memetik hasilnya empat bulan, dienak kan, ngambil pasir di bengawan atau nguli nyekrop atau makelar pasir bengawan solo.

Dengan mereka cukup modal sehat dan bisa istirahat sewaktu waktu namun pulang bawa uang. Dan peradaban sudah ala kota, dengan keluar masuk penjual mulai usei subuh hingga jam 10 malam masih ada penjual keliling. Walau Ngulanan itu Kecamatannya ikut dander tetapi pas batas area jalan protokol MT.Haryono.

Dengan maraknya aneka bakul keluar masuk maka minimal tetep ada pegang uang tunai, walau sekecil nominalnya.

Selanjutnya menurut tetangga lain , yaitu menceritakan “Wong ngulanan perputaran ekonomi tunai banyak ragamnya, termasuk kemluwetnya bang thithil, perkumpulan dhuafa, dan macem macem, sehingga jarang yang sanggup ngarit dengan hasil harus menunggu 4 bulan.

“Dulu desa ngulanan juga dapat dan kambing IDT jamane orde baru, tetapi yaa habis ora ninggal siso blas”, kata,warga yang enggan disebut namanya.**(Ek/Red)

banner