Berikut Kinerja BKPH Gondang — Bojonegoro

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com —
ASSPER / kbkph Gondang, H. Suswanto, bersama 4 KRPH , Diantaranya KRPH: Gondang Agus supriyanto, Sukun: Bakri, Soko: Sudarman dan Dodol : Wanijan (plh/belum difinitif).

“Ada yang perlu diralat, bahwa luas BKPH Gondang 5.819, 2 hektar. Dengan para mantri, mandor polhut bahkan LMDH, kami menerapkan pola kebersamaan, saling mensupport, saling mengingatkan. Membangun komunikasi bukan,saat jam dinas saja, akan tetapi diluar jam dinas juga bisa. Sebab sebagai rimbawan bila terpaut jam kerja 8 jam yo jebol mas. Para pencuri kayu berarti punya jadwal, saat petugasnya,ada dan,saatnya petugas sudah pulang kerja. Dan motivasinya adalah mencintai pekerjaan. Langkahnya mengikuti situasi, dan petugas jika ada kegiatan diluar area, minimal pamit, akan tetapi,alkom tetep disiagakan. Dan BKPH Gondang ,SIAP menyatakan,sikap mendukung dan melaksanakan program pimpinan / dalam hal ini, Beliau Bapak Administrator/KKPH Bojonegoro (Bapak Dewanto, S.Hut. MSc.)”, tegas Assper Gondang H.Suswanto.

banner

“Reward or punishmen, reward masih sebatas ucapan terima kasih, sedangkan,sangsi bila bangkang tugas, teguran lisan 3 x , tertulis 3x, bila tidak diindahkan, yaa wassalam. Lha petugas lapangan seperti kami ini, demi terkendali situasi sampai identik, makan mirip ratu, tidur mirip asu. Terjemahannya, soal akan ingin makan,apa keturutan, tetapi tidure dimana tempat , sambil waspada jaga,asset negara”, ucap assper senior dilevel KPH Bojonegoro tersebut.

“Kedepan lebih baik, terkendali, terjalin baik. Untuk pribadi dimadiun itu ngisi quesiner /asesment, yaa doanya. Untuk serba serbi keamanan dan tanaman, langsung ke pak mantri Gondang & Sukun.”, himbauannya dengan ramah.

Selanjutnya KRPH Gondang Agus Supriyanto, menambahkan perihal bidang keamanan di teritorialnya, sebagai berikut, dalam pengamatannya, RPH Gondang masyarakatnya berkatagori politik tingkat tinggi, oleh karena itu, upaya yang dilakukan melalui langkah preventif, pendekatan pada masyarakat, tokoh yang ada, toga, tomas, organisasi bela diri, pemuda. Melaksanakan patroli dipetak rawan pada jam tertentu, koordinasi unsur Muspika (Polsek + Koramil), kades + perangkat, dengan kekuatan personil RPH 3 Polhut + Mandor tanam, (2 terjun lapangan, 2 di PHH).
Langkah preventif berikutnya,adalah melaksanakan sosialisasi pembinaan pada LMDH, diantaranya LMDH: Sumber rejeki desa Gondang, Wono sidomulyo Senganten, Tunas lestari Desa Jari.

Adapun kendalanya masih banyak terdapat kurangnya kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya keberadaan hutan.sehingga mencari,sumber kehidupan dari hutan akan tetapi kadang dengan cara yang melanggar. Dan nilai seninya, di RPH Gondang nuansa politiknya tinggi, bila tidak pandai bersosialisasi, dikasari wani, tapi didiamkan iyak iyak bin ingkel ingkel. Sehingga mengikuti alur selama tidak mengganggu.
RPH Gondang luas wilayah 1.774,10 hektar, terdiri 16 petak , 179 anak petak, dan petak 175 katagori KPS ‘waduk pacal./sepanjang sungai dengan luas 476 hektar. Dengan jenis tanaman pokok jati, untuk hutan lindung rimba campur.

Klasifikasi tanaman katagori K.U. 1 & K.U. 2, dengan petak rawan KU 1, petak 30, 47,159, sedangkan petak rawan KU 2, petak 172 & 174.sementara itu dalam bidang keamanan rph gondang yang dapat,kami sampaikan.”, uraian Pak mantri agus.

Sedangkan serba serbi BKPH Gondang bidang tanaman, dalam hal ini reporter media online lintas bojonegoro.com, mengambil sample RPH Sukun, menurut uraian KRPH Sukun, Bakri, sebagai berikut:
Saat ini RPH untuk perihal tanaman tinggal menunggu klunthing, turunnya hujan saja, persiapan tanaman sudah ready, persiapan tanaman semua jati dengan luas lahan 82,8 hektar dibeberapa petak dan,anak petak. Diantaranya, petak 161 d 8,5 hektar (ha), 163 e 5,8 ha. 166 a 21,4 ha. 167 h 6,8 ha. 168 b 8,5 ha. 168 L 6,4 ha. 169 e 3,5 ha. 170 e 1,0 ha. 170 h 10,0 ha. 170 m 3,6 ha. 170 n 2,0 ha. 171 k 6,9 ha.”mulai pembersihan lahan,pemasangan pak batas tanaman, hingga pemasangan,acir, melibatkan LMDH, yakni LMDH Tani rimba mulya beranggotakan gabungan warga dusun sukun, warga sambongrejo dan warga desa jari”.

“Reward and punishman, begini, jika berhasil maka kami beri bonus kaos, berikutnya kami beri berikan lahan garapan, seperti mbah mun, dusun kaliasin dapat tambahan garapan dari petak 167 dapat lagi petak 163. Sedangkan yang dapat sangsipun ada, yakni karena tidak ikut menanam tananam pokok, maka langsung kami blokir, tapi juga kami datangi dirumahnya. Karena sudah konsekwensinya demikian, mereka menerima”.

“Gangguan bidang tanaman yakni unsur manusia, bukan ulat maupun wereng coklat. Teori yang diperagakan yakni mereka menanam jagung ,mengibatinya dengan menggunakan obat rumput, ndlumik kena jati yaa jatinya ikut mati juga. Hanya karena kurang kesadaran, maka walau itu LMDH akan tetapi yaa tetep pesen disetiap pertemuan, hati hati jikalau menyemprot, untuk patroli tanaman yaa efektifnya pukul 05.30-09.00 sore 16.00 – 17.30.

Kendala lainnya adalah menambah sulit dalam jangkuan dari jalan , misal petak 171 Jarak dari jalan ada sekitar 5 KM, kurangnya kesadaran terkesan melupa. Dan upaya untuk mencapai sukses yakni selalu koordinasi dengan pesanggem, mengaktifkan mandor tanam, dibantu polhut.”ulasan mantan KRPH Dander.

Data produksi BKPH Gondang, dari catatan bagian administrasi Joko Suwarno, target produksi, RPH : Gondang 8,550 meter kubik, sukun 474 meter kubik, dodol 18,251 meter kubik, soko ?, **(Ekopurnomo/lintasbojonegoro.com)

banner