Beli Mobil Pakai Uang Pajak, Oknum PNS dijebloskan ke Penjara

oleh -247 views

LintasBojonegoro.com — Setelah  menikmati uang pajak bumi dan bangunan (PBB-P2) milik puluhan warga di Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, oknum PNS bernama Suyono Hadi harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kemarin selasa (30/07/2019) Kejaksaan negeri Bojonegoro menjebloskan Suyono Hadi ke penjara.

Setelah diperiksa hampir 4 jam dengan 20 pertanyaan oleh penyidik Kejari Bojonegoro, Suyono Hadi yang didampingi pengacaranya Nursyamsi SH. Langsung dibawa ke Lapas untuk dilakukan penahanan.

banner

Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro Achmad Fauzan mengatakan, setelah pemeriksaan terakhir terhadap tersangka maka langsung dilakukan penahanan. Tersangka juga mengakui perbuatanya, selama kurang lebih 3 tahun dari tahun 2014 menggunakan uang PBB-P2 yang dipungut dari sejumlah desa di Kecamatan Kapas.

” Kalau sudah berkasanya lengkap nanti bisa P21 dan lanjut ke tahap 2, iya ini langsung kita tahan,” Kata Kasi Pidsus.

Fauzan melanjutkan, dari pengakuannya uang PBB-P2 kurang lebih Rp. 346 juta itu digunakan untuk biaya anaknya sekolah/kuliah dan membeli sebuah mobil. Meski begitu, Suyono Hadi juga sudah mengembalikan uang tersebut sebesar Rp. 271 juta.

Tersangka dijerat pasal 2 & 3 Undang – Undang tindak pidana korupsi, dimana Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya  diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara  minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah  dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Lebih lanjut, Pasal 3 menyebutkan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan  diri sendiri atau  orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau karena kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit  50 juta rupiah dan maksimal 1 miliar.

Sementara itu pengacara tersangka Nusyamsi SH menyampaikan akan berkoordinasi dengan keluarga untuk melakukan penangguhan penahanan. Dia menjamin klienya akan kooperatif dan sudah memiliki etikat baik dengan mengembalikan uang yang dibawa sebelumnya.

” Ini sudah ada yang dikembalikan uangnya, artinya sidah ada etikat baik, bisa digunakan sebagi dasar untuk meringankan tuntutan,” Terangnya.