Bayi Tak Dikembalikan, Nunung Lapor Ke Polisi

oleh -520 views

Bojonegoro — Nunung Kartikasari (25) didampingi kuasa hukumnya Barno, SH. MH. mendatangi Kontor Unit UPPA, Satreskrim Polres Bojonegoro, Senin (8/7/2019). Langkah tersebut diambil Nunung karena proses mediasi dengan pihak yang mengadopsi anaknya, seorang warga bernama KS (45) asal Kecamatan Jenu, Tuban dengan imbalan uang Rp2 juta untuk biaya persalinan dan membeli obat Nunung.

Nunung mengaku proses pengadopsian yang terjadi saat itu dilakukan tanpa sadar karena dibawah tekanan. Nunung bingung karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya persalinan dan dipaksa mengadopsikan anaknya.

banner

Setelah menceritakan keluh kesahnya kepada pengacara, Anjas sapaan akrabnya, bersedia membantu demi rasa kemanusiaan agar anak Nunung bisa kembali.

Dengan membawa Bukti nomor pengaduan  B/296/VII/2019/Satreskrim Nunung saat ini menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib. Dengan petugas Brigadir Andik  Supriyanto sekitar  pukul 15.00 Wib. Dalam berkas pengaduan tertulis yang intinya menjelaskan kronologi bayi yang dilahirkan oleh Nunung Kartikasari pada 4 Juli 2019 melahrikan seorang bayi perempuan diseorang bidan Musdar, beralamat Kelurahan Ngrowo, Kecamatan Bojonegoro.

Tapi, Nunung tidak mempunyai uang dan dirinya bilang kepada salah seorang bernama Sri Wulan. Kemudian Sri Wulan memberikan jawaban kepada Nunung bila akan ada orang yang datang membawa uang untuk biaya. Orang yang dimaksud adalah KS warga Kecamatan Jenu, Tuban.

Kemudian, Sri Wulan bilang jika telah diberi uang Rp1 juta oleh KS untuk biaya persalinan. Tiba-tiba KS  menyodorkan selembar surat perjanjian yang isinya bahwa KS ingin mengadopsi anak Nunung. Karena tidak memili uang akhrinya Nunung menanda tangani surat perjanjian itu.  Didalam perjalan tepatnya saat di dalam mobil KS memberikan uang lagi Rp1 juta kepada Nunung untuk dibelikan obat.

Kuasa Hukum pelapor, Anjas alis Barno mengatakan setelah diberikan kepada orang.  ” dia (NU, red) merasa gelisah dan tidak bisa tidur akhirnya minta saya bantuan untuk mengambilnya kembali dari KS,” Ujarnya.

Atas dasar kemanusiaan itu, pihaknya melakukan mediasi kepada yang diberi bayi tersebut.

” Hasil mediasi tidak mengalami titik temu. Soalnya yang diberikan anak Yaitu warga Kecamatan Jenu, Tuban, itu berdalih adobsi anak dengan tangan pernyataan tanpa paksaan,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya melaporkan hal itu ke Polres Bojonegoro. Dengan harapan bayi yang dilahirkan oleh Nunung bisa dimilikinya. “Harapnya bayi tersebut bisa kembali,” ujar Anjas.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Rifaldhy Hangga Putra membenarkan jika ada laporan terkait hal itu. Setelah mendapatkan keterangan dari pelapor pihaknya akan mempelajari dan mendalami kasus itu. ” Ya, nanti kita akan dalami terlebih dahulu terkait hal itu. Untuk prosesnya secepatnya akan kita lakukan,” jawabnya singkat.