Banjir Bandang, Putuskan Jembatan Bernilai Milyaran Rupiah

oleh

Reporter : Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Jembatan yang satu satunya penghubung antara krajan Clebung-dusun Maor , ambrol porak poranda diterjang banjir bandang.(25/11/2018).

Sayangnya kondisi seperti itu, ketika ada inspeksi dari Plt. Sekkab, kepala Dinas PU. BPBD, Konsultan, Asisten 2 Bupati, Camat Bubulan beserta staf, Danramil, Kapolsek, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, tim pelaksana dari DPU, kades Clebung tidak tidak menyambut, hanya ada beberapa perangkat desa.”pak kades katanya buwuh di gresik”, celethuk seseorang sambil lalu.

banner

Plt. Sekkab Bojonegoro, Yayan Rahman, AP.MM. Saat dikonfirmasi lintas Bojonegoro.com. Mengatakan, untuk agar bisa berjalan mobilitas kesehatan, anak sekolah, pns, pelaku ekonomi (pedagang bahan makan), insya Allah langsung dibuatkan jalan darurat serta jembatan darurat. Untuk jembatan besar itu pasti, cuma dikerjakan awal 2019. Dari estimasi biaya lebih dari Rp. 2 Milyard. Makanya kami bersama Kadin PU langsung mendatangkan Konsultan”.

Selanjutnya Kepala Dinas PU kab. Bojonegoro, Andik Sujarwo, SSTP. MM. Mengatakan bahwa untuk hari ini (26/12/2018), kami langsung memulai mengerjakan baik jembatan darurat (2 meter x 12 meter), plus makadam sekitar 1200 meter sambungan dari lorong yang sudah di paving . Ini sifatnya darurat, sebelum jadinya jembatan besar,” soal bencana tanya pada BPBD sekarang kami di PU mas “. Dilakukan sidak ini, adalah sebagai langkah tanggap bencana, tanggap,darurat.

Asisten II Bupati Bojonegoro Drs. Setyo Yuliono ,menambahkan, karena banyak siswa SD-SMA yang berasal dari dusun Maor (kampung tengah hutan), yang bersekolah, dan juga kesehatan, lha tidak ada daruratnya bagaimana nasibnya anak-anak sekolah dan juga ada orang sakit jikalau hendak ke Puskesmas, termasuk ibu hamil,”ada nggak pak wo, yang meteng/hamil ?”.

“Alhamdulillah tidak ada, ini mungkin banyak yang masih proses, apalagi hujan pisanan deres mesisan, tapi jembatane ambrol, nggeh duko malih…, kara kasun maor Gunawan.

Camat Bubulan Agus Hardiyanto ,SSTP.MM. menyebutkan bahwa kondisi hujan kemarin sangat deras, kebetulan hutane koyok ngono banyak yang jadi ladang, lagi pula topography bergelombang turun, akhirnya begitu air turun deras tanpa penghalang yang kuat, sehingga adanya jembatan yang jadi sasaran derasnya arus. Menurut cerita jembatan dibangun tahun 2005 , untuk yang kena bandang yakni desa Clebung, Sumberbendo, ngorogunung. Yang parah,adalah yang desa clebung.”jumlah berapa siswa tanya ke pak Sekcam, data dari kasun maor Gunawan tadi dibawa pak sekcam.

Sekcam Bubulan Eko Subiyono, S.Sos.MM. menyebutkan data dari kasun maor yang diserahkan oleh Sekdes Clebung, yakni terisolir 72 KK, /203 jiwa/2 RT. Terdiri 17 $iswa,Sekolah dasar dari dusun maor yang bersekolah di SDN Clebung. 9 siswa SLTP, 8 Siswa SMA asal maor bersekolah di Bubulan, 1 PNS, 3 bidan desa, bakul janganan/blonjo ada, 2 itu juga harus ditulis, soale itu penyuplay vitamin & gizi.

Kabid Jembatan DPU Bojonegoro, Chusaifi irfan, ST. menambahkan,”untuk biaya darurat belum bisa kita hitung berapa yang dibutuhkan, menyesuaikan kondisi lapangan, yang penting insprastruktur lancar. Makanya kita membawa konsultan untuk segera bergegas melaksanakan,sesuai arahan pimpinan”.***(Ekopurnomo).

banner