Bakesbangpol Bojonegoro Gelar Seminar Peningkatan Nilai-Nilai Luhur Budaya, Norma Bangsa Dan Pancasila

  • Whatsapp

lintasbojonegoro.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) setempat menggelar seminar Peningkatan Nilai-Nilai Luhur Budaya, Norma Bangsa dan Pancasila. Seminar yang mengambil tema “Penguatan Karakter Bangsa Melalui Pelestarian Nilai-Nilai Luhur Budaya Untuk Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia” itu dihelat di Pendapa Kecamatan Tambakrejo, Kamis (5/3/2020).

Plt Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Achmad Gunawan F, S.STP mengatakan, Bakesbangpol memiliki peran penting didalam membentuk karakter bangsa agar kecintaan mereka terhadap NKRI semakin kuat serta persatuan dan kesatuan bangsa semakin meningkat. Dijelaskan, Bakesbangpol telah mengalami banyak perubahan dalam sistem pembinaan untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga pola pembinaannya harus pula menyesuaikan dengan situasi yang berkembang saat ini yakni dengan pendekatan budaya.

Muat Lebih

“Oleh karena itu Bakesbangpol seringkali mengadakan berbagai kegiatan diberbagai tempat dengan melibatkan unsur pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, siswa-siswi SMA/SMK dan para santri,” kata Achmad Gunawan.

Achmad Gunawan mengungkapkan, dalam kegiatan seminar di Pendapa Kecamatan Tambakrejo, Bakesbangpol sengaja mengangkat kearifan budaya lokal, yakni Bedholan Lembu di Desa Bakalan, Jaranan, Pencak Silat, Sandhur, Kentrung, dan budaya lokal lainnya sebagai topik bahasan utama. Hal ini dimaksudkan untuk merekatkan berbagai elemen masyarakat guna mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat, serta untuk kembali mengangkat semangat gotong royong didalam mewujudkan pembangunan di desa.

“Ada pepatah mengatakan, bangsa yang kuat adalah bangsa yang menjunjung tinggi budaya bangsanya. Oleh karena itu marilah senantiasa kita menggali, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal Bojonegoro sebagai khasanah budaya Indonesia. Demi terwujudnya kesatuan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Ahmad Gunawan.

Sementara itu Camat Tambakrejo, Heri Kristanto, S.STP, mengungkapkan, budaya Bedholan Lembu di Desa Bakalan sedang dirintis untuk dijadikan ikon budaya di Kecamatan Tambakrejo. Budaya ini sebenarnya sudah ratusan tahun lalu dilakukan oleh masyarakat Desa Bakalan. Dalam beberapa dekade terakhir ini budaya tersebut nyaris punah seiring masuknya budaya dari luar. Namun akhirnya tradisi Bedholan Lembu berhasil dilaksanakan kembali oleh masyarakat desa setempat setelah dilakukan musyawarah dan koordinasi dengan Kecamatan.

“Tahun 2019 lalu tradisi Bedholan Lembu kembali digelar. Dan mendapat respon dari Bupati Bojonegoro Ibu Anna Muawanah. Beliau sangat tertarik, sehingga hadir di Desa Bakalan berbaur dengan masyarakat yang memeriahkan tradisi Bedholan lembu,” kata Camat Heri Kristanto.

Dalam seminar Peningkatan Nilai-Nilai Luhur Budaya, Norma Bangsa dan Pancasila di Pendapa Kecamatan Tambakrejo, Bakesbangpol Bojonegoro menghadirkan dua orang nara sumber yakni Donny Bayu Setiawan, SH (Ketua Forum Karang Taruna Kabupaten Bojonegoro dan Anggota DPRD Kab. Bojonegoro) dan Agus Budiono (Bidang Kajian Dewan Kebudayaan Bojonegoro). Donny Bayu Setiawan memaparkan materi berjudul Pemuda Bangun Karakter dan Jaga Keutuhan NKRI, sedangkan Agus Budiono memaparkan materi berjudul Penguatan Karakter Budaya Lokal Untuk Memperkokoh NKRI.

Para peserta seminar sangat antusias menyimak paparan materi yang disampaikan oleh Agus Budiono dan Donny Bayu Setiawan. Mereka rata-rata mendukung adanya upaya berbagai pihak untuk membangkitkan kembali budaya para leluhur yang nyaris punah akibat adanya akulturasi budaya.

Hadir dalam acara seminar ini antara lain Forkopimcam Tambakrejo, para kepala desa dari 18 desa di Kecamatan Tambakrejo, pengurus ormas dan organisasi kepemudaan, pengurus Karang Taruna dari 18 desa di Tambakrejo, serta pelajar SMA/SMK. *** (Kang Zen)

Pos terkait