Awal Desember 2018, KPH Parengan, Siap Tanam di 856,3 Hektar

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

MENURUT Administrator/KKPH Parengan Badarruddin Amin , S.Hut. MM. Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Parengan dalam giat upaya menghijaukan kembali hutan , ditahun ini (2018) peningkatannyak 3,5 x jika dibanding pada tahun 2017, yakni 266 hektar.
Langkah untuk mempercepat pelaksanaan tanaman yakni lokasi pembibitan terletak dengan jarak yang serba efisien. Termasuk pembibitannya pun disesuaikan lahan yang akan ditanami jenisnya. Hal tersebut dipola oleh Administratur yang sebelumnya menjabat di bagian perencanaan hutan, agar petugas lebih fokus serta mem permudah pendistribusiannya.”Dengan pola sedemikian agar efisien biaya , waktu & tenaga. Seperti BKPH Parengan Selatan itu titik fokus pada bibit tanaman rimba, sehingga pada saat pembuatan lahan persemaian, penaburan benih, pengamatan pertumbuhan kecambah, serta perawatan perlakuan pada bibit, lebih fokus. Sebab beda cara perawatan bibit rimba dan jati, itulah kenapa parengan selatan dijadikan sentral mayoritas pembibitan tanaman rimba, terdiri mahoni, kesambi, johar. Walau sedikit jati”, jelas Orang nomor 1 dijajaran KPH Parengan.

banner

“Sedangkan”, lanjut Pak Badarudin Amin, S.Hut. (sapaan akrab) KKPH Parengan, demikian juga BPKH Mulyoagung, fokus pada pembibitan jati. Dan di KPH Parengan ada 3 lokasi pembibitan, yakni Parengan Selatan, Mulyoagung dan Montong.
Dari 3 BKPH itu untuk 6 BPKH jajaran KPH Parengan, yakni Parengan Selatan, Mulyo agung, Montong, Parengan utara, Pumpungan & BKPH Malo.

Semua BKPH punya tanaman,sesuai klas perusahaan, yakni JPP stek pucuk maupun KBK. Terluas BKPH Montong 253,2 hektar. Lalu BKPH Mulyo agung 248 hektar dan tersempit BKPH Pungpungan 72,6 hektar.”Soal berapa lahan yang masih belum ditanami untuk musim tanam 2018.?, tentunya masih ada, dan perlu digaris bawahi bahwa KPH Parengan,selain menanam jenis tanaman produksi, juga RHL (Reboisasi Hutan Lindung), serta tanaman pembangunan lahan, disesuaikan dengan biaya.”Ada 2 jenis tanaman yakni, tanaman rutin karena lahan produktif, dan tanaman untuk lahan tidak produktif. Untuk tanaman yang tidak produktif, biasanya setahun setelah penebangan segera ditanami kembali. 2018, meliputi menanam jati, kesambi, mahoni dan johar ,termasuk tanaman sulaman”, ulas Abbah Baharrudin.

“Kami persilahkan jikalau ingin konfirmasi dengan pak,Assper BKPH Parengan Selatan, Eko Purwanto, SH. Perihal persemaian bibit tanaman rimba, tolong contact person dulu, kira kira pak Assper , sedang ada giat di hutan atau dikantor”, himbau Adm/KKPH Parengan, didampingi kaur Humas Agus Santoso, SH.***(ekopurnomo).

banner