Apresiasi Smile Train Kepada RS. Bhayangkara Bojonegoro

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintas Bojonegoro.com – Selama Melakukan operasi Bibir Sumbing dan langit langit bibir, di rumah sakit Bhayangkara Wahyu Tutuko, Bojonegoro, berjalan aman lancar. Disampaikan oleh dokter Yantoko, SpBP. dari Smile Train sebagai sesepuh tim operasi bibir sumbing,didampingi dr.Cipta, SPAn. Ahli anastesi, serta para dokter lainnya.

Disampaikan pula bahwa, tim dokter pelaksana dari PERAPI (Perhimpunan Ahli bedah Plastik Indonesia) di Jakarta. Semuanya merupakan pathner Smile train yang,di Indonesia.

banner

Mereka takjub melihat antusias para pasien yang sudah terkumpul di RS. Wahyu Tutuko, dan kesiapan pelaksana dalam hal ini Karumkit RS.Bhayangkara Bojonegoro, KOMPOL dr. Rommy Sebastian, MKes. Beserta anggotanya.

Nilai kepercayaan masyarakat tinggi pada RS.Bhayangkara Bojonegoro, sebab, yang dari Blitar ,Kediri dengan bersepeda motor pun sanggup datang. Dan lagi lagi ingin dapat pelayanan gratis datang operasi langsung dioperasi, selama kesehatan fisik fit.

” Sedangkan kami (dr. Yantoko-red), setelah 2 hari giat operasi masih disini, dikarenakan, menunggu hasil pasca operasi, ada nggak keluhan pasien, atau luka , dan seumpama dihitung berapa biaya, waah, tidak usah disebutkan. Kalau, seandainya mahal mana biaya Bibir Sumbing dengan Langit langit, tentunya mahal operasi langit langit, resikonya lebih tinggi,” Ujarnya.

Harapan dari Smile train adalah kepedulian jiwa Bhayangkara dikembangkan terus dan dijaga. Ini juga tugas dan kewajiban sifat sosial. Yang dilaksanakan Bhayangkara selain tugas pokok kepolisian Republik Indonesia, dan kegiatan Bhakti sosial ini, bagian wujud komitmen POLRI sebagai wujud pendekatan pada masyarakat dari segi apapun.

” Kepolisian pun bisa bhakti sosial, bukan hanya sebagai penegak hukum saja. Tapi nilai nilai kesehatan pun dilakukan yang sifatnya sosial,” Imbuhnya.

Sigapnya RS. Bhayangkara Wahyu Tutuko, memang luar biasa, masalahnya Karumkit melaksanakan bukan berdasarkan hasil mengikuti undangan. Tetapi menindak lanjuti brosure, ternyata sosialisanya jalan, antusias penderita untuk dapat pertolongan tinggi. ” Peka Karumkit & petugas RS Bhayangkara diatas rata rata, akhirnya kami dari Smile Train Puas.” Pungkasnya.

Karumkit Bhayangkara Wahyu Tutuko, KOMPOL dr. Rommy Sebastian,MKes. didampingi AKP. Naf’an, Yuli, Made Aiptu Antara/Gajah Made, Bambang, serta tim Medis, kepada awak media mengatakan.

” kami bersama tim RS.Bhayangkara Wahyu Tutuko melakukan semua ini merupakan tindak lanjut yang dilakukan tingkat POLRI yakni Satgas Nusantara di HUT Bhayangkara ke 72. Kami memberikan pelayanan, bekerja sama dengan Smile Train atau ketemu Smile train 3 kali. Yakni 2 kali di Medan & Tebing Tinggi, sekarang di Bojonegoro,” Katanya.

Melayani bhakti sosial, bahwa pengertiannya, Polri adalah pelayanan masyarakat, disamping tugas pokok adalah penegak hukum, pelindung, & pengayom. Multi efeknya adalah mengakomodir diantaranya kegiatan bhakti sosial.

Dalam kegiatan sosial wajib memberikan pelayanan yang terbaik, bukan sekedar basa basi, tetapi realistis, serta sepenuh hati.” Dan pasien ini punya masa depan sama dengan kita, untuk tampil prima. Agar setelah merasakan hasil bhakti sosial kita, mereka tidak merasa rendah diri. Mereka smaiil. Kita antara LSM internasional (Smile Train) dengan RS. Bhayangkara Wahyu Tutuko, Synergi komitmen dengan visi yang sama ,”Tekadku pengabdian yang terbaik untuk masyarakat”. Dan sesuai dengan S.O.P/Baku-nya.” pungkas.Kompol dr. Rommy Sebastian, M.Kes.

Asisten Pribadi Karumkit Yuli, menambahkan, “Sebagai Asisten karumkit, berganti 4 x, memang baru dr. Rommy, Sebagai atasan, bapak, guru, teman. Hanya kita harus tahu saat apa atau,sedang apa. Beliau Dedikasinya tinggi, disiplin perihal tugas, tetapi, sisi lain, kami sebagai sipil-nya Polri masih berkesempatan bersendau gurau disaat longgar.”Pungkasnya.

Pengakuan dari orang tua pasien atas nama Reno prasetyo BS. Sungguh berterima kasih yang tidak terhingga pada RS.Bhayangkara Wahyu Tutuko, Bojonegoro.

” Kami jauh dari Blitar, karena Haqul Yakin, karena kesungguhannya dalam membantu, dan tidak kebayangkan, perhatian konsumsi bukan pasien tetapi orang tua juga dapat jatah. Tak heran jika dari kecil cepat full pasien, karena nilai kepercayaan atas baiknya pelayanan, pada pasien maupun keluarga pasien yang menjenguk. Pak dokter Rommy tak segan segan untuk senyum dan tegur sapa. Pribadi,seganteng roman-nya.” Ujarnya.(Ek/Red)

banner