Anna Muawanah : Atur Kelahiran Anak Untuk Hindari Human Capital Error

oleh

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah berharap agar masyarakat Bojonegoro mulai merencanakan kelahiran anak dengan baik untuk menata kesejahteraan keluarga ditengah prediksi melonjaknya jumlah penduduk di asia tahun 2025. Menurut Anna Muawanah, pemerintah berhak untuk mengatur angka kelahiran anak untuk mengantisipasi terjadinya human capital eror yang membebani pemerintah dan masyarakat dimasa mendatang.

“Pemerintah tidak melarang ibu-ibu punya anak, tetapi kelahiran anak harus direncanakan agar terwujud keluarga yang sejahtera,” kata Anna Muawanah dalam acara sosialisasi Kampung KB (Keluarga Berencana) di Desa Sukorejo Kecamatan Bojonegoro, Minggu (10/2/2019).

Dia mengungkapkan, dua pertiga penduduk dunia berada di asia. Rangking pertama diduduki Cina, kedua India dan ketiga Indonesia. Namun pada tahun 2025 nanti India diprediksi memiliki jumlah penduduk terbesar dunia. Sedangkan Cina yang berhasil mengatur kelahiran anak akan bergeser pada posisi kedua. “Hal ini disebabkan pemerintah Cina pernah membuat aturan satu pasangan suami istri hanya diperbolehkan memiliki satu anak,” ungkapnya.

banner

Menurut Anna Muawanah, peran pemerintah didalam merencanakan kelahiran anak juga disertai dengan perencanaan ketrampilan bagi anak ketika menginjak remaja. Sehingga mereka nantinya sudah siap ketika harus menghadapi kompetisi ekonomi demi terwujudnya keluarga yang sejahtera.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Anna Muawanah, juga mengungkapkan berbagai program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini, diantaranya menambah honor kader penggerak KB dan Posyandu, pemberian santunan kematian bagi keluarga miskin, pemberian honor pada merbot (takmir masjid/mushala), pemberian bea siswa khusus bagi mahasiswa semester tujuh yang sedang menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan menyusun skripsi, serta pemberian kredit bunga ringan masyarakat Bojonegoro yang memiliki usaha bisnis melalui Bank Perkreditan Rakyat.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Bojonegoro, Adi Wicaksono, mengatakan, ada dua Desa di Kecamatan Bojonegoro yang dijadikan pilot project Kampung KB yakni Desa Sukorejo dan Desa Semanding. Dua desa ini memiliki jumlah penduduk terbanyak diantara desa-desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro. (Kang Zen)

banner