Angkringan Jetak Juga Jual Pecel Pincuk & Rawon Maling

oleh -539 views

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — Pada Hari jum”at Pon (18/1/2019), berlangsungnya pembukaan depot di komplek restoran Harissa jl. MT .Haryono (Barat SPBU) Jetak Bojonegoro. Ada nama baru yakni nasi Rawon MALING & Nasi Pecel Pincuk

Nama rawon MALING, Menurut Bendahara pemilik Bu Tini, Bahwa ini nama pengingat waktu, start /open/buka jam 03.00.Wib. Dan jam jam itu, bisa dikatakan jam rawan aksi kejahatan, wayahe Maling menyatroni dan bisa Maling usei beraksi. Tetapi jam itu juga Pak Eko Purnomo (Ketua Forsa) mulai mengingatkan,saatnya persiapan sholat SUBUH.

banner

Jadi jam 03.00.Wib, bisa juga jam siaga jangan sampai kemalingan, maka sarapanlah di angkringan jetak tepatnya di ress area Rumah Makan HARISSA, disini yang di depan menyediakan menu RAWON MALING.

“Soal harga terjangkau semua kalangan yakni Rp.10.000 perporsi untuk Nasi Rawon dan Rp.6000, untuk Nasi Pecel, 3 hari lagi ada Wedang ‘Ronde’. Kita siap menerima saran demi perbaikan bersama
” ujar Bu Tini

Bu Tini menambahkan, “Dengan harga kompetitif ini, agar semua lapisan bisa masuk, tempat nyaman ,bersih, mahal nggak yaa ?, ternyata cuma 10 ribu rupiah , bukan 10 ribu dollar Amerika atau Singapora. Dan untuk nasi pecel Pincuk/centhong kuuuur Rp.6.000 ,- harga ini ,agar semua kalangan bisa membeli, jika dirasa murah yaa itung itung berniaga sambil beramal, dan jika dikatagori mahal , coba ndang jajal mana ada Rawon daging Asli sapi, tanpa jerohan tanpa gajih kog cuma Rp.10 Ribu.”, kata Bu Tini yang masih aktif jabatan KABID di Dispora Kabupaten Bojonegoro.

Berikut menurut mas Tri (Supervisor), “Dijual murah bukan berarti barang murahan, tetapi bagaimana bisa tercapai target dan harapan, yakni terjangkau untuk semua lapisan, konsepnya yakni “ojo ngedrel, pada pelanggan baru, orang jauh, jarang ketemu, terus kita pasang harga lain. Harga berlaku untuk,semua, walau dengan Aji Mumpung, yakni Mumpung masih diberi kesempatan untuk ber-amal sambil berniaga. Sedikit untung tapi barakah (Laris manis), dari pada untung banyak sepi pembeli”.

Menurut pelanggan pecel, MUHAMMAD Iqbal Zulfikar, “Nasi pecelnya enak, bila disesuaikan harga dan rasa memang mahal rasanya,dibanding harganya. Cuma gimana bila tambah peyek, walau remukan gak papa.

Sedangkan Hasan dari,Sumberjo penjajal Rawon Maling, mengomentari,” Dagingnya empuk, kluweknya berasa banget, sayangnya asinnya agak dikurangi dikit, bila perlu kuahnya jangan pakai garam, garamnya bisa nambah sendiri”.

Mau tahu rasa, icip icip, tak perlu merogoh isi dompet, cukup uang disaku baju, biasane pecahan puluhan , monggo sudi mampir “Rawon MALING” depan Bass FM Kulone bunderan ###(Ekopurnomo)