Anaknya dipukul Masuk Rumah Sakit, Wali Murid SMAN Favorit di Bojonegoro Lapor Polisi

oleh

Reporter Dian

Lintasbojonegoro.com – Seorang wali murid SMAN Favorit di Bojonegoro bernama Purwaning Rahayu melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami anaknya MYF ke polres Bojonegoro pada Selasa (18/09/2018) sekitar Pukul 16.30 wib.

Dalam laporan resminya ke SPKT Polres Bojonegoro, pelapor menceritakan bahwa kejadian naas yang dialami anaknya tersebut diketahuinya pada hari Senin (17/09/2018) sekitar pukul 08.36 wib.

banner

Saat itu Ia menerima kabar dari pihak sekolah bahwa anaknya dibawa ke rumah sakit Aisyah Bojonegoro. Dari keterangan pihak sekolah, asam lambungnya naik dan perutnya terasa sakit, dan tengah berada di UGD.

Mendengar kabar tersebut ia segera ke rumah sakit, dan mendapati anaknya berbaring sakit ditemani satu teman sekelas dan satu guru.

Selanjutnya ia bertanya kepada anaknya MYF kenapa perutnya bisa sakit. Ia terkejut mendengar bahwa anaknya telah kena pukul temanya berinisial DW kelas 12.

Pihak rumah sakit sempat merekomendasikan anaknya untuk dirawat inap. Namun karena sang anak takut, ia kemudian meminta anaknya dirawat jalan oleh dokter.

“Pada malam hari saya ke rumah Waka kesiswaan (Markasim) untuk konfirmasi pemukulan terhadap anak saya. Sebagai orang tua saya meminta tindak lanjut dari pihak sekolah,” kata Purwaning Rahayu kepada penyidik.

Purwaning juga menemukan bukti kejadian tersebut pada chating grup WhatsApp INFI’19 kelas 12 yang isinya berbeda dengan keterangan Waka Kesiswaan SMAN Favorit di Bojonegoro.

Sebagai orang tua ia merasa khawatir dengan keadaan anaknya kedepannya. “Demi keselamatan anak saya disekolah, saya melaporkan kejadian pemukulan tersebut ke polres Bojonegoro,” tegasnya kepada Penyidik.

Kejadian dugaan pemukulan tersebut diperkirakan di halaman sekolah pada hari Senin (17/09/2018) Sekira pukul 07.30 wib.

Kasat Reskrim polres Bojonegoro AKP Daky Dzul Q, SH. Kepada lintasbojonegoro.com mengatakan, laporan dugaan penganiayaan siswa SMA tersebut telah diterima pihak kepolisian.

“Perkara tersebut sudah ditangani di Unit PPA, progres lebih lanjut menunggu perkembangan pihak penyidik untuk kapan dijadwalkan pemanggilan saksi,” ungkapnya.

Sementara itu Waka kesiswaan SMAN Favorit di Bojonegoro, Markasim saat dikonfirmasi lintasbojonegoro.com mengenai dugaan pemukulan tersebut mengatakan tidak terjadi apa-apa. “Insiden apa? tidak ada apa-apa,” ungkap Waka Kesiswaan.

Ketika kembali ditanyai terkait laporan salah satu wali murid di Polres Bojonegoro, pihaknya mengaku tidak tahu. “Laporan apa tidak ada masalah apa-apa,” kilahnya.(Dn/Red)

banner