Akibat Benih Padi Merk Gapuro Banyak Petani Di Kecamatan Kepoh Baru Dan Sumberejo Gagal Panen

oleh

LintasBojonegoro.com – Akibat benih padi merk gapuro banyak petani di kecamatan kepohbaru dan sumberejo mengalami gagal panen.

“Gara-gara menanam benih tersebut, karena pada saat awal musim tanam tiba, petugas lapangan UPT pertanian menawarkan benih merk gapuro.

Akibatnya kini mereka menderita kerugian tidak sedikit.

banner

“Berdasarkan penelusuran dari kami jum’at (2/2/2018) banyak petani yang gagal panen terjadi di sejumlah daerah di antaranya, Desa pejok, Woro, kecamatan kepohbaru.
Sedangkan untuk wilayah Sumberejo Desa karangdinoyo, Margo Agung,serta Tulung dan Sambong Rejo, puluhan hektar padi siap panen mengalami kegagalan dan di perkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

“Dari hasil penelusuran, kami berhasil mewawancarai petani asal kecamatan kepoh baru turut desa pejok, Sebut saja Narto 40 tahun memaparkan, sebelum musim tanam saya di tawari benih tersebut dengan p jumadi selaku UPT dan saya percaya karna, beliau orang pertanian dan pastinya mengetahui bibit yang unggul dan tidak unggul serta menghasilkan panen yang memuaskan. Bahkan bibit/benih tersebut di antar langsung ke rumah saya. dengan dasar bahwa bibit/benih merk gapuro dapat bertahan dari serangan penyakit dan hama apapun. Tapi apa yang terjadi malah sebaliknya tanaman padi saya gagal total, “paparnya” dengan sedikit nada kecewa.

“Narto dan petani menduga bibit/benih padi merk gapuro belum sesuai spesifikasi, karena kemasan belum ada label resmi dari mana benih itu di keluarkan.
Narto berharap agar pihak dari UPT Dinas pertanian ada tanggapan dan tanggung jawab, baru kali ini saya tanam padi gagal total bahkan rugi sampai ratusan juta,”imbuhnya”

“Sedangkan di tempat terpisah kami berhasil mewawancarai H.Safi’i di rumahnya Desa Woro Kecamatan Kepohbaru beliau mengungkapkan, benih merk gapuro baru kali ini saya tanam, sama juga saya atas dasar percaya karna yang bilang dan menyarankan juga PPL saat itu. Benih/Bibit merk gapuro yang katanya p (J) tahan penyakit dan menguntungkan serta hasil memuaskan justru kebalikanya, tanaman saya di serang hama wereng menjelang panen, “keluhnya”.
Dan selain saya ada beberapa petani yang menanam benih tersebut banyak mengeluh ke saya tanaman padinya kena penyakit potong leher karna, kebetulan petani di sini ngambil bibitnya dari saya juga,”pungkasnya”.

“UPT Pertanian Bapak JUMADI saat di hubungi lewat telfon selulernya membenarkan adanya peredaran benih merk gapuro itu arahanya. Saya sendiri sudah mendapat laporan dari para petani yang rata2 juga perangkat desa tersebut dan saya sudah meminta maaf kalau hasilnya kurang maksimal,”Terangnya”.

“Dan sampai berita ini di turunkan masih belum ada tanggapan serius dari pihak terkait (Dinas pertanian). Bahkan beliaunya bapak jumadi selaku UPT dan penyalur benih merk gapuro tersebut. (Dik/Red)

banner