Akhirnya Polemik Kasus Pengangkatan Parades Desa Glagahwangi Terjawab

oleh

Report: Didik Saprol

Bojonegoro,- Polemik Kasus Pengangkatan Parades (Perangkat Desa) Desa Glagahwangi Yang Di Duga Adanya Banyak Pelanggaran Kini Sudah sampai Babak Terakhir Setelah Bupati Bojonegoro menerbitkan Keputusan Bupati Diantaranya yang berbunyi.

“Bojonegoro, Nomer: 188/330/KEP/412.013/2018 tentang pembatalan Peraturan Desa Glagawangi Kecamatan Sugihwaras kabupaten Bojonegoro, Keputusan Bupati membatalkan Peraturan Desa Nomer 06/2018 tentang pengisian Perangkat Desa, dikarenakan Perdes tersebut dalam subtansi Perdes tersebut memuat persyaratan yang melanggar hak konstitusional atau tidak melindungi kepentingan Umum dan melanggar Pasal 2 dan ayat (1) Peraturan Daerah Kabupaten Bojonegoro Nomer 1/2017 (tentang pengisian Perangkat Desa).

banner

Surat Keputusan tersebut, juga mencabut Keputusan Kepala Desa Glagahwangi Nomer 141/14/412.51.7.014/2018 Tentang pengangkatan dalam jabatan.

Serta Keputusan Bupati terkait Pembentukan Dusun Pandean juga di Cabut, hal tersebut tertuang dalam SK Nomer 188/329/KEP/412.013/2018, tentang pembatalan Peraturan Desa Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras, Nomer 4 tahun 2018 tentang pembentukan Dusun Pandean.

Dalam surat tersebut juga di jelaskan Pembentukan Dusun Pandean melangar Pasal 4, pasal 5, pasal 6 Peraturan Bupati Bojonegoro Nomer 10/2016 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemerintah Desa.

Keputusan Bupati juga mencabut segala Keputusan Kepala Desa dalam Pengangkatan dalam Jabatan dan Pembentukan Dusun Tendean, hal tersebut terbit SK Nomer 188/331/KEP/412.013/2018 yang isinya mencabut Keputusan Kepala Desa Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras nomor 141/11/412.51.7.014/2018 tentang pengangkatan dalam jabatan, juga Keputusan Kepala Desa Nomor 141/12/412.51.7.014/2018 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan, juga Keputusan Kepala Desa Glagahwangi Nomor 141/13/412.51.7.014/2018 tentang pengangkatan dalam Jabatan.

Atas dasar keputusan tersebut Kepala Desa Glagahwangi diharuskan patuh dan tunduk dan menjalankan.

Terkait hal tersebut Kepala Desa Glagahwangi Haris Abu Riyanto saat di konfirmasi tidak ada di tempat.

Seperti yang di lansir Media Suarajatimpost.com. Saat di konfirmasi Haris Abu Riyanto menuturkan kalau dirinya tidak menggubris keputusan tersebut.

Sampai berita ini di turunkan kami mencoba menghubungi lewat telfon seluler juga tidak bisa dihubungi.Red/)

banner