Agus Maimun : Cegah Perpecahan Bangsa Dengan 4 Pilar Kebangsaan

oleh

LintasBojonegoro.com – Agus Maimun, S.E, M.H.P anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur, melakukan sosialisasi empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) kepada warga di Kabupaten Bojonegoro, Rabu (30/1/2019). Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa Mas Agus ini mengajak warga untuk terus meningkatkan rasa cinta tanah air, serta cerdas dalam berpolitik pada musim politik tahun ini.

“Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dan menjadi kunci penting terwujudnya bangsa Indonesia yang damai sejahtera. Maka genggamlah empat pilar kebangsaan Indonesia itu, jangan sampai luntur,” tegas Agus Maimun yang juga anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) Jatim ini.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesatuan persatuan NKRI serta cerdas dalam berpolitik. Terlebih, pada tahun 2019 ini seluruh masyarakat Indonesia akan mengikuti Pemilu serentak pertama kali yakni memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden, memilih calon anggota DPR RI, anggota DPRD Provinsi, anggota DPRD Kabupaten/Kota, dan DPD RI.

banner

“Saat ini kita sedang merasakan musimnya demokrasi, musimnya politik. Selama menuju proses itu kita semua diuji dengan berbagai hal yang berpotensi memecah belah bangsa. Mulai Hoax, fitnah dan lainnya, itu semua mengancam disintegrasi bangsa. Maka, kita harus cerdas dalam menyikapinya jangan mudah menerima informasi yang belum tentu kebenarannya,” tegasnya.

Melihat itu, Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jatim itu berharap, di tengah tahun politik seperti sekarang ini masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran 4 Pilar Kebangsaan sebagai perisai adanya kelompok tertentu yang berusaha memecah belah bangsa. “Hanya dengan empat pilar kebangsaan maka perpecahan, adu domba, atau bahkan fitnah berbau SARA, bisa dicegah,” tutur Agus Maimun yang menjadi anggota DPRD Jatim dari Dapil IX Bojonegoro – Tuban ini. (Aditya Alif Nugraha)