Administrasi Pemdes Kandangan Yang Sangat Baik

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com

LUHUR nya Cita cita kepala desa kandangan kec. Trucuk ,H.Tamban, yakni berawal dari desa Tertinggal menjadi desa berkembang dan menuju desa maju.
Memang jikalau tidak dengan kesungguhan ibararnya, bagai mimpi mimpi indah nan semu belaka.

banner

Nah langkah apa saja yang dilakukan oleh kades dua periode yang juga mantan kaur keuangan desa kandangan juga. Berikut laporannya:

Dalam monografi, desa kandangan memiliki luas 253 hektar, terdiri dari sawah seluas 190 hektar, selebihnya,adalah pemukiman warga, kandang sapi, tempat pendidikan, sarana ibadah, lapangan sepak bola dan juga Kuburan. Dikatakan oleh suami ketua PKK Hj.Siti istito’ah, bahwa untuk pekarangan/ladang hampir tidak ada. Yang pekarangan dipakai kandang sapi /kambing, omah pawon, kandang bebek dan ayam, sedangkan ladang diratakan jadi sawah yang Alhamdulillah bisa panen 3 kali/pertahun.”pokoknya cinta tanam padi, produksi jelas, pengairan lancar, sapi hampir 2354 ekor (4-11-2018), tidak kurang pakan. Wong ‘meteng’ sekitar 30 orang, dari data PKK. dari jumlah KK sebanyak 1253, dengan jumlah penduduk 3815 jiwa. Tersebar di 15 RT, terkelompok 2 RW, 2 Kasun, 7 BPD, 8 perangkat plus 1 Kades”, papar Kades Kandangan H.Tamban yang berhobby Sepak Bola.

Berikut, pola kepemimpinannya, karena menjadi kades kandangan berasal,dari kehendak masyarakat, yakni disaat itu ,tidak ada minat dan,warga berkehendak, maka sekarang bagaikan fatwa dari Pak Haji Rhoma Irama, yakni kalau sudah , ada kemudi, mudah tuk mengarahkannya. Kalau sudah , mengenal diri mudah tuk merubahnya”, dan sejalan dengan kehendak warga, maka apa yang menjadi kehendak warga, kades beserta perangkat sinergy untuk mewujudkan. Demikian juga warga faham,segala kewajiban sebagai warga yang uhlil amri minkhum. Sehingga mudah, ibarat lagunya, “kini semua kita bersatu dalam kata perubahan. Merubah tatanan menuju perbaikan bagi semua. Konsepnya, selain tupoksi, kebersamaan menjadi pilar utama, azas kekeluargaan dalam penyelesaian tugas. Yakni diantara,satu perangkat sudah,selesai maka wajib ikhlas dan mau membantu teman , ini sesuai dengan dawuh di dalam ajaran agama,”Bertolong menolonglah dalam hal kebajikan, dan jangan tolong menolong dalam hal kemunkaran. Dengan,sama sama berambate rata hayo itulah, pemerintahan desa kandangan setiap,ada program dari pemerintah atasan, dikerjakan dengan,system Cepat, tepat dan akurat. Sehingga bila ada monitorring bisa tidak gugup, basa basi, karena sudah kami (kades), untuk online & ontime. Termasuk pola kerja, ada kades maupun tidak ada kades , harus tetep ngantor, pulang bersama sama jam pulang, walau mungkin saat ngantornya ada telat satu jam dari kemarin, tetep ngantor. Karena itu kewajiban dan tanggung jawab sebagai pelaksana pemerintahan desa. Apalagi urusan administrasi laporan pertanggung jawaban keuangan untuk laporan pada pemerintah atas (kecamatan-kabupaten), sesegera mungkin sebelum ditanya/sebelum batas akhir, harus dilaporkan, demikian juga PBB jangan sampai kena denda atau sanksi sanksi lain. Karena sudah tentu ‘siapa yang menanam lebih awal, ngunduhnya juga paling awal. Dan pula Kemungkinan kadang ada kendala itu, identik, “kau yang mulai kau yang mengakhiri, sehingga muncul istilah, ‘sekian lama aku menunggu’.Alhamdulillah desa kandangan lancar lancar bae, tidak pernah ada kendala pelaksanaan, kecuali bila terjadi listrik padam”, papar kades dua putri, Aqilatul munawaroh semester 5 Unair , dan Liza dwi nur azizah kelas 2 SMP.

“Prestasi desa adalah prestasi kita bersama, bukan prestasi kadesnya saja. Karena maju tidaknya desa kita adalah dari hasil pekerjaan kita,dalam mengemban amanat sebagai pelaksana tata kelola pemerintahan desa. Dan jangan mengulur waktu, Alhamdulillah 8 perangkat + 1 kades, ada 7 lulusan pondok pesantren, sehingga mudah kalau mengingatkan, “piye dawuhe yai kae”, hhhh.
Tetep melakukan,sosialisasi (rapat internal), evaluasi dua minggu sekali, dalam rapat tersebut termasuk membuat perdes dan perkades, alhamdulillah semua tanggap, inovatif, masyarakat ‘anteng-anteng saja/tenang, guyup, damai. Termasuk karang taruna sregep sregep.

Adapun hasil pengerjaan pembangunan phisik 2017, yakni perawatan jalan rt 1 menuju rt 3, pembuatan saluran air lahan pertanian, perawatan jalan lingkungan rt. Pembangunan jalan lingkungan rt.12-13. Pengerasan jalan lingkungan jalan rt.12. Pembangunan jalan gang rt.14-15. Pembangunan PJU rt.1,2,3.
Sedangkan tahun 2018, diantaranya normalisasi saluran air 450 meter di rt.4. Penataan jalan lingkungan di,rt. 8,9,10,11,12. Penataan jalan poros desa rt. 3 menuju rt.9, Pavingisasi halaman SDN I, dan yang belum terkerjakan diantaranya, pavingisasi halaman MI. pemerataan jalan poros desa di rt 1, serta pavingisasi halaman ponkesdes.”pola management kemasyaratan/warga, adalah melayani kepada warga dengan,sepenuh hati, tidak tebang pilih, (biyen milih saya atau tidak), dan system pelayanan kantor plus, artinya pas warga datang dikantor lha kami (kades), kog pas di kecamatan/kabupaten ,ketemu dijalan, stop, “pak, ini,saya butuh tanda tangan dan stempel, yaa langsung kami layani,”. Ulas kades yang juga Boss persewaan keperluan hajatan partai besar dan partai sedang, maupun partai,sekedarnya untuk rungon-rungon (sound systemnya).

Adapun perangkat yang ala rexona bersama kades Kandangan H. Tamban, diantaranya, sekdes Moh ali, SH.i, kasi pem. Sudarno, SP d. Kasi kesra Mohammad mansyur, kasi pelayanan Wahyu khoirul rouf, SP.d. Kaur umum Basuki, kaur keuangan Ubaidilah, kasun I Sunoto, kasun 2, kasmuji. Ketua,BPD Mohammah,Muhajirin.”kami jadi kades tahun 2008-2014, lalu 2014-2020. Sebelumnya jadi kaur keuangan (1995-2008), jan-jane gak mau, berbagai alasan tidak mempan, tapi berhubung diledek,ooooo tibak-e, cuma mikir,wetenge dhewe, dari,situlah mau , asal warga penggugah itu mau ngomong ke mertua dan mertua memperbolehkan, Alhamdulillah hingga kesetiaan warga hingga sekarang”, kenang kades yang baru 18 hari membeli mobil baru lagi untuk putrinya.

Camat Trucuk Waji,SE.MM. didampingi,sekcam Dian Rahmawati,SSTP.MM. Memberikan penilaian bahwa Administrasi terbaik dari 12 desa di kecamatan trucuk,adalah desa Kandangan, dari kriteria, tetap memenuhi unsur tepat waktu, tingkat disiplin juga diatas rata rata. sedangkan untuk juru kunci tidak usahlah, sementara adalah berkatagori biasa biasa saja, yakni selesai ininya, belum selesai itunya.

Adapun warga desa kandangan yang malu disebutkan namanya, memberikan apresiasi pak kadesnya, “Pak inggi Haji Tamban, pokok e, niku gatek-an (memperhatikan), ada warga meninggal yaa datang, warga,hajatan yaa buwuh, dan untuk kepentingan warga tanpa membeda-bedakan. Makanya rejekine gangsar, bu kadesnya juga demikian, baik.”.**(Ekopurnomo).

banner