Ada Kekerasan Siswa SMP di Bojonegoro, Sekolah Tidak Ramah Anak?

oleh -462 views

LintasBojonegoro.com — Adanya dugaan kekerasan terhadap sejumlah siswa salah satu SMP di Kabupaten Bojonegoro yang dilakukan oleh oknum Guru membuat geram salah satu pemerhati pendidikan di Kabupaten Bojonegoro.

Menurutnya tidak sepantasnya kekerasan terhadap siswa terjadi, setiap permasalahan seharusnya bisa diselesaikan dengan cara lebih baik, apalagi dalam lingkup pendidikan.

banner

” Apalagi sekarang sudah mulai penerapan kurikulum 2013 (K13) di setiap sekolah,” Kata Abdul Wachid selaku pemerhati Pendidikan di Kabupaten Bojonegoro Jumat (20/09/2019).

Seorang pendidik atau guru tidak boleh juga beralasan bahwa anak yang terlalu nakal sehingga membenarkan tindakan kekerasan.

Apalagi, yang terjadi di SMP Negeri 5 Bojonegoro tersebut adalah celoteh dari siswa hingga menimbulkan emosi dari oknum guru sehingga terjadi dugaan kekerasan.

” Sangat salah, jangan sampai ada kalimat terlalu nakalnya anak, mestinya itu tugas guru dan orang tua untuk menjadikan anak yang belum berkarakter menjadi berkarakter,” Imbuh tokoh masyarakat asal Desa Semanding Kecamatan Bojonegoro tersebut.

Ditanya mengenai sanksi apa yang harusnya diberikan kepada oknum guru bersangkutan, mbah Dul sapaan akrabnya menjawab bahwa itu wewenang pejabat terkait. ” Dinas pendidikan  melakukan pembinaan dan klarifikasi serta laporan ke Bupati,” Imbuhnya.

Dengan adanya insiden tersebut, Mbah Dul mempertanyakan bagaimana bisa sekolah ramah anak jika masih ada kekerasan di dalam lingkungan sekolah.

Seperti diberitakan sejumlah media, diduga 8 siswa salah satu SMP di Kabupaten Bojonegoro mengalami dugaan kekerasan oleh oknum Guru.

Menurut kepala Sekolah, permasalahan tersebut telah diselesaikan ” Alhamdulillah telah terselesaikan dengan baik,” Kata Ufar Ismail Kepala SMP Negeri 5 Bojonegoro saat dikonfirmasi awak media.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro kuzaini membenarkan adanya insiden dugaan kekerasan terhadap sejumlah siswa SMP di Kabupaten Bojonegoro.

Pihaknya sudah menerima laporan kejadian dari pihak sekolah dan menyelesaikan permasalahan tersebut. ” Sudah kita lakukan pembinaan dan klarifikasi terhadap yang bersangkutan,” Kata Kuzaini.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga sudah melakukan pembinaan terhadap guru dan mendatangi para siswa yang mengalami dugaan kekerasan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.