720 Peserta Upacara Hari Sumpah Pemuda ke 90 di SMPN I Ngasem.

oleh

Lintasbojonegoro.com

BERLANGSUNG Penuh khitmat, pelaksanaan upacara peringatan hari sumpah pemuda ke 90 yang diselenggarakan di SMPN I Ngasem,(29-10-2019), dengan Inspektur (Irup), Camat Ngasem Machmudin, AP.MM.

Adapun kata sambutan Menteri pemuda & olah raga (Drs.H. Imam Nachrowi), yang dibacakan oleh Camat Ngasem. Berikut cuplikannya:”kita semua berhutang budi pada tokoh pemuda pada tahun 1928 , yang telah mendeklarasikan Sumpah Pemuda, sehingga menjadi pelopor pemuda untuk membangun kesadaran, kebangsaan sekaligus komitment menjaga persatuan, kesatuan di negeri ini. Komitmen kebangsaan mereka, harus kita teladani untuk membangun bangsa, satukan Indonesia.

banner

Hari Sumpah pemuda ke 90 ini mengambil tema,”Bangun Pemuda satukan Indonesia”.

“Wahai pemuda,Indonesia,dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad dan cita cita, pengorbananmu tidak,akan pernah sia-sia, dalam mengubah dunia”.

Adapun bertindak sebagai petugas upacara, diantaranya, Inspektur upacara Camat Ngasem Machmudin, AP.MM. Perwira Upacara Sekcam Ngasem Andrian,,SSTP. Komandan Upacara Anggota koramil ngasem. Petugas pembaca UUD, ikrar pihak SMPN I Ngasem, peserta pasukan Unsur Forpimca, beserta anggota (unsur staf kecamatan, anggota polsek, koramil), KUA. Lingkup SMPN I Ngasem, kades & seluruh perangkat desa Ngasem & desa ngadiluwih. Kades & Sekdes se-kecamatan Ngasem. Dengan keseluruhan jumlah 720 orang (mayoritas siswa sebanyak 600 anak).

Ketekatan pemuda yakni, Berbahasa satu, Bahasa Indonesia, berbangsa Satu, yakni Bangsa Indonesia.

Bahkan ketekatan pemuda Pemuda Indonesia, sudah diimplementasikan oleh,Tokoh masyarakat Indonesia, Rhoma Irama, “walau kita beda dalam budaya daerah, walau kita beda dalam beragama, namun kita,adalah satu, INDONESIA”.

Menurut Pak Haji (sapaan Rhoma Irama), “Pemuda punya potensi, punya kreasi, harus dimanfaatkan untuk membangun negeri ini, karena masa muda tak,akan terulang lagi. Pemuda punya gairah , maka wajiblah untuk berfikir, berusaha, bekerja. Sebelum menjadi tua & tak berdaya. Pemuda punya semangat dan punya keringat, maka kobarkan api juang mencegah maksiat dan jangan sampai sebagai pemuda cuma jadi sasaran,nasehat semata”. Himbau Pak,Haji.

Lebih lanjut, Tokoh masyarakat yang satu ini, mengajak para pemuda, untuk menyingkirkan,selimut jangan bermalasan. Sebab masa depan bangsa ada di tanganmu, tonggak tonggak tua, butuh tunas baru. Tinggalkanlah, segala bentuk: kejahatan, kenakalan, kemunkaran, kemaksiatan, kemalasan, kebodohan, serta bentuk yang hanya merugikan . Karena Pemuda adalah haparan Bangsa & Negara”, ulasan pak Haji,Rhoma Irama.

Disisi lain, ada,yang bertanya kepada,Pemimpin Negeri, “mengapa upacara Hari peringatan Sumpah Pemuda, diundur tanggalnya ?, padahal itu peringatan Nasional. Padahal itu sejarah penting.”, pertanyaan warga melalui media online ,www.lintasbojonegoro.com.***(ekopurnomo/lintasbojonegoro.com)

banner