3000 Orang Lebih Mendengarkan Ceramah Kharisma di Pacing — Sukosewu

oleh

Reporter Eko Purnomo

Lintasbojonegoro.com — DESA Pacing pada hari rabu (17/10/2018), malam, menjadi lautan Ummat, saat diselenggarakan Pengajian umum dengan Daiyah Hj. Kharisma Yogi Noviana dari Madiun.

Kades Pacing kec. Sukosewu,Didik Purwahyudi, beserta Pamong desa, panitiya penyelenggara merasa senang,dan puas. Karena yang hadir selain hampir mendekati sekitar 2.300 jamaah moslem 3 organisasi (Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, LDII), juga 1000 lebih pengunjung dari luar,desa.”Alhamdulillah, ruyup rukun semua, senadjan anggaran Rp.21 juta membengkak hampir Rp. 28 juta, bukan masalah, yang penting kesepakatan kades, perangkat, 3 organisasi, panitia, terwujud. Lha jadwal kita manut bu Hj. Kharisma, masalahe ,jadwal kita di agendanya bu kharisma, tidak bisa. Longgarnya itu. Yaa..sepakat ok. Waktu silaturahmi ke bu Hj. Kharisma 3 tokoh organisasi ikut, termasuk pemerintahan desa, serta panitia”

banner

Lebih lanjut, Kades Pacing yang super inovatif tersebut menjelaskan, bahwa targetnya adalah pencapaian kebersamaan, kerukunan, dan tidak lanjut/rangkaian kegiatan sedekah bumi,sekaligus memeriahkan hari jadi kabupaten Bojonegoro ke 341. Dan sekaligus bisa menyampaikan hasil pembangunan yang,sudah di capai dan program pembangunan yang sedang berproses. Sekaligus kepala desa mohon maaf bila tidak bisa menyapa satu persatu hadirin, serta bagi yang tidak kebagian snack, dan terima kasih atas kehadirannya, dukungan moril dan snack , dll.

Camat Sukosewu, M.Yasir, S.Sos. MM. Selain memberikan apresiasi juga mengingatkan agar untuk menghindari kebakaran, kalau obong-obong larahan harus ditunggui, agar tidak terjadi kebakaran.

Hj. Kharisma Yogi Noviana, dalam dakwahnya, menghimbau agar kerukunan dan,kebersamaan ini agar,selalu di jaga. Beda ada bacaan qunut dan tidak ada bacaan qunut, jangan dijadikan selisih kebersamaan. Demikian juga, adanya manganan/sedekah bumi itu juga karena melestarikan adat istiadat. Semuanya adalah wujud bersyukur melalui bancaan dinamakan nyadran/ sedekah bumi. “Siapa yang mau mensyukuri atas karunia, maka rizki akan berlipat. Tapi kufur, maka azab pedih yang,akan datang”. Bahkan sudah di masukkan APBDes. Yang janganlah ojo dipaedo. Kuncinya “Kerukunan”.

Dan diluar kepanitiaan, kades Pacing Didik,Purwahyudi juga memberikan pada 15 anak yatim piatu, usia TK- SMP/Tsanawiyah.

Ketua Panitya, Rudi Hartanto, SP.d. Juga bersyukur,atas kelancaran dan suksesnya acara yang di gelar di,depan kantor desa pacing, sekaligus di depan rumah pak kades Pacing. Adep,adepan dengan balai desa Pacing.

Acara tersebut juga dimeriahkan Honduran musik “rencana”, dari desa mayangkawis, dan didukung sound system ZUSINTA dari Babat-LAMONGAN.

banner